Posts

Berniat Membeli Rumah Secara Cash, Demi Menghindari Bunga KPR? Simak Tipsnya Berikut Ini

Banyak cara yang dapat dilakukan ketika akan membeli rumah impian. Salah satu cara yang paling diminati oleh masyarakat adalah pembelian rumah secara kredit. Selain karena persyaratan yang dibutuhkan tidak terlalu sulit, uang yang harus disiapkan untuk membayar rumah pun tidak perlu terlalu besar. Harga rumah menjadi terasa lebih ringan karena pembayaran dapat dicicil sesuai dengan tenor yang disetujui.

Berniat Membeli Rumah Secara Cash, Demi Menghindari Bunga KPR Simak Tipsnya Berikut Ini

Sumber: Unsplash

Namun tidak semua orang merasakan hal yang sama. Ada juga yang beranggapan bahwa pembayaran secara kredit melalui KPR terlalu dibebani oleh bunga. Karena harus membayar dalam jangka waktu yang lama rasanya cicilan yang dibayarkan secara rutin tidak kunjung selesai. Jika ditotal maka besar bunga yang harus dibayarkan sangatlah bahkan hampir sepadan dengan harga rumah yang sebenarnya. Oleh karena itu mereka memilih untuk membeli rumah secara tunai/cash.

Membeli Rumah Cash

Ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah secara cash, sebenarnya ada dua jenis pembayaran yang dapat dilakukan, yaitu cash keras dan cash bertahap. Jika cash keras maka Anda harus membayar harga jual secara langsung sekaligus. Tetapi jika cash bertahap maka pembayaran dapat dicicil secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Lalu apa perbedaannya dengan KPR?

Cash bertahap hanya dapat dilakukan dalam tempo yang singkat, mulai dari 1 sampai 5 tahun. Tetapi cicilan pada KPR bisa diberikan sampai dengan 25 tahun. Selain itu pada cash bertahap umumnya tidak dibebani bunga seperti pada KPR.

Cara Membeli Rumah Cash

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membeli rumah secara cash tanpa perlu merasa khawatir.

1.                  Developer terbaik

Pastikan Anda membeli rumah dari developer yang memiliki kredibilitas yang baik. Apalagi jika pembayaran dilakukan secara tunai. Karena saat ini banyak developer bodong yang tidak bertanggung jawab dan melakukan penipuan. Anda dapat melihat hasil rumah yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya oleh developer. Dengan demikian Anda dapat melihat kualitas dari rumah yang akan dibeli.

2.                  Booking Fee

Jika Anda sudah memilih rumah yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah membayar booking fee kepada developer. Booking fee tersebut sebagai tanda bahwa Anda setuju untuk melakukan pembelian rumah secara cash. Besarnya booking fee yang dibayarkan sesuai dengan kesepakatan antara pihak Developer dan pembeli.

3.                  PPJB (Pra Perjanjian Jual Beli)

Setelah booking fee dibayarkan Anda dapat merancang surat Pra Perjanjian Jual Beli (PPJB). Isi dari surat tersebut adalah metode pembayaran yang akan dilakukan. Di dalam surat itu disebutkan harga dari rumah yang akan dibeli, nama pembeli, jumlah cicilan, waktu cicilan, dan juga waktu pengerjaan pembangunan rumah. Tetapi biasanya tidak semua Developer dan pembeli membuat surat ini, tetapi langsung membuat Akta Jual Beli.

4.                  AJB (Akta Jual Beli)

Tahap terakhir adalah pembuatan Akta Jual Beli (AJB). AJB ini akan digunakan sebagai acuan untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan jual beli rumah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan, biaya administrasi, PPN, dan lain sebagainya. Surat ini akan dibuat setelah pembayaran selesai dilakukan (lunas).

Setelah mengetahui cara membeli rumah dengan penjelasan di atas, Anda tidak perlu lagi merasa khawatir ketika akan membeli rumah secara cash. Apalagi pembelian cash pun dapat dilakukan secara bertahap, sehingga dapat meringankan Anda ketika akan melakukan proses pembayaran. Kami akan membantu Anda agar dapat memiliki rumah dengan berbagai fasilitas pembayaran yang telah kami sediakan. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

Jangan Sampai Anda Menyesali Beberapa Hal Ini Setelah Membeli Rumah!

Membeli rumah adalah impian setiap orang. Proses untuk memiliki sebuah rumah merupakan usaha yang sangat besar dan juga panjang. Tidak hanya membutuhkan uang yang banyak, tetapi juga waktu yang cukup lama pada prosesnya. Karena ada banyak hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah rumah impian.

Jangan Sampai Anda Menyesali Beberapa Hal Ini Setelah Membeli Rumah!

Sumber: Unsplash

Ternyata setelah berhasil memiliki sebuah rumah, permasalahan tidak berhenti begitu saja. Ada beberapa orang yang ternyata mengalami penyesalan setelah berhasil membeli rumah. Penyesalan itu terjadi karena adanya kesalahan pengambilan keputusan terhadap beberapa hal, seperti:

1.                  Melebihi Kemampuan

Kebanyakan orang membeli rumah sesuai dengan keinginan. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tetapi membeli rumah yang jauh melebihi kemampuan tentu saja akan membuat Anda merasa kesulitan pada akhirnya. Kebanyakan orang berasumsi jika pendapatannya akan semakin meningkat di masa yang akan datang, sehingga berani mengambil cicilan melebihi kemampuan saat ini. Seharusnya ketika memutuskan untuk mengambil cicilan rumah, sesuaikan dengan kemampuan saat ini. Jika berasumsi pendapatan akan naik, maka cicilan akan semakin ringan pada masa yang akan datang, bukan memberatkan.

2.                  Cicilan yang Terlalu Mahal

Membeli rumah secara KPR akan menimbulkan cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya dan juga beban bunga yang dibayarkan. Besarnya cicilan tergantung pada besarnya harga rumah dan juga waktu pelunasan (tenor). Contohnya, pembelian rumah seharga 500 juta jika dibayarkan secara tunai hanya perlu dibayarkan sebesar 500 juta saja. Tetapi jika menggunakan KPR selama 10 tahun, jumlahnya akan mencapai 1 Milyar.

Selain itu besarnya uang muka yang diberikan akan berpengaruh terhadap besarnya cicilan. Kebanyakan orang merasa menyesal mengambil KPR dengan uang muka yang sedikit, karena cicilan yang harus dibayarkan menjadi besar. Jika Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli secara tunai, setidaknya bayarkan uang muka dengan jumlah yang lebih banyak. Uang muka yang lebih besar akan membuat cicilan yang harus dibayar per bulan semakin kecil.

3.                  KPR yang Kurang Tepat

Setiap bank akan memiliki penawaran KPR yang berbeda. Ada bank yang memberlakukan bunga tetap selama 1-3 tahun, ada juga bank yang menawarkan bunga floating sedari awal. Atau jika ingin nominal yang tetap setiap bulannya, Anda dapat menggunakan KPR berbasis syariah. Karena perhitungannya bukan berdasarkan bunga, tetapi pengambilan keuntungan yang sudah disepakati sejak awal.

Oleh karena itu perhitungkan besarnya bunga yang akan Anda bayarkan sejak awal. Karena kesalahan penentuan besarnya bunga akan berakibat pada besarnya cicilan yang akan Anda bayarkan setiap bulannya.

4.                  Adanya Hutang Lain

KPR merupakan kredit jangka panjang. Pelunasannya tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu ataupun lebih cepat. Karenanya ada baiknya sebelum mengambil KPR, Anda menyelesaikan hutang yang lain terlebih dahulu. Jika selain membayar cicilan KPR ada hutang lain yang harus dibayarkan, Anda akan merasa terbebani dengan total cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

5.                  Belum Punya Pekerjaan Tetap

Ada kondisi khusus yang seharusnya dipikirkan terlebih dahulu sebelum membeli rumah agar tidak menyesal. Contohnya adalah ketika Anda belum memiliki pekerjaan tetap, atau pekerjaan masih berpindah-pindah tempat. Jika masih seperti itu ada baiknya Anda mengontrak rumah terlebih dahulu. Karena biaya mengontrak tentu saja lebih murah.

6.                  Perlu Banyak Renovasi

Pembelian rumah bekas memang lebih murah jika dibandingkan dengan membeli rumah baru. Tetapi rumah bekas pasti harus mengalami renovasi sebelum ditempati agar sesuai dengan keinginan Anda. Sebelum membeli rumah bekas, Anda harus melakukan perhitungan terlebih dahulu mengenai biaya renovasi yang akan terjadi. Tidak menutup kemungkinan biaya renovasi yang lebih banyak akan membuat rumah bekas menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan membeli rumah baru.

7.                  Tidak Cocok Dengan lingkungan

Membeli rumah tidak saja membeli bangunan, tetapi juga lingkungan di sekitar rumah. Yang sering terjadi adalah pembeli hanya berfokus pada bangunan rumah dan lokasi saja. Tetapi lupa untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Akhirnya merasa menyesal. Contohnya, lingkungan yang kurang aman, dan juga lingkungan yang terlalu individual. Ketidak cocokan itu tentu saja akan membuat Anda merasa tidak nyaman di rumah.

Hal yang sudah disebutkan diatas adalah beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan sebelum Anda membeli rumah. Jangan sampai Anda merasa menyesal setelah membeli rumah yang selama ini Anda perjuangkan. Kami akan membantu Anda untuk memiliki rumah impian tanpa menyesal dikemudian hari. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

­Kira-Kira Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi Properti? Cash Atau KPR?

Rumah tentu menjadi salah satu aset masa depan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Selain dijadikan sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa diwariskan untuk keturunan kita di masa mendatang. Sehingga tak heran jika saat ini banyak orang yang mulai membeli aset properti seperti rumah meskipun usianya terbilang masih muda.

Bahkan dalam sebuah survei menjelaskan, jika orang yang baru berniat untuk berinvestasi properti pasti akan merasa terlambat dan sedikit menyesal ketimbang orang yang sudah lama memilih untuk menyisihkan uangnya agar bisa memiliki properti.

Kira-Kira Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi Properti Cash Atau KPR

Sumber : unsplash

Membeli rumah secara Cash atau KPR?

Dalam bisnis properti, sangat jarang sekali dijumpai kerugian. Hal ini tentu dapat dibuktikan dari pengakuan-pengakuan para pebisnis properti yang telah lama bermain dalam sektor ini. Bahkan ada banyak sekali tips berbisnis properti yang bisa kita baca melalui media cetak, online, bahkan situs website khusus bidang properti. Bukan hanya itu saja, untuk memulai bisnis properti tentu wajib bagi kita mengetahui kabar terbaru seperti harga pasar.

Terkadang saat kita ingin memulai berkecimpung di bidang properti, muncul pertanyaan yang sering membuat kepala pusing, yakni lebih menguntungkan mana, membeli rumah secara cash atau KPR? Tentu kedua pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebelum menentukan mana yang lebih menguntungkan ada baiknya Anda memahami penjelasan berikut ini.

1.      Membeli rumah secara KPR

Kredit kepemilikan rumah atau yang lebih dikenal dengan KPR, merupakan skema pembelian dengan sistem menyicil dalam tenggang waktu yang sudah ditentukan.  Hal ini berarti saat Anda membeli rumah, Anda bisa membayarnya dengan cara kredit dimana ada sejumlah setoran yang harus dibayarkan setiap bulannya. Membeli rumah dengan skema KPR tentu akan membudahkan Anda dalam proses membeli jika Anda tak memiliki uang tabungan yang besar. Saat Anda membeli rumah secara KPR umumnya besar setoran perbulan tergantung dari berapa DP awal yang Anda sanggup bayar.

Hal yang perlu Anda ketahui jika ingin membeli rumah dengan cara KPR adalah DP yang dibayarkan di awal minimal senilai 30% dari harga beli investasi tersebut. Umumnya fasilitas ini akan diperoleh jika kita mengajukan KPR melalui lembaga perbankan dalam bentuk agunan properti yang hendak dibeli. KPR sendiri terbagi menjadi beberapa kategori. Jika Anda ingin menjadikan rumah atau produk properti lain sebagai investasi, maka gunakan KPR pembelian.

Selain itu, para pengembang umumnya menyediakan fasilitas KPR yang memudahkan calon pembeli jika tak memiliki uang sebanyak nilai rumah tersebut jika dibeli secara cash. Sistem yang digunakan KPR umumnya juga cepat dan mudah, sehingga banyak orang yang berpendapat jika membeli rumah dengan cara KPR jauh lebih menguntunga. Namun apakah hal itu benar?

2.      Membeli rumah secara cash

Meskipun KPR memiliki kelebihan seperti yang telah dijelaskan di atas. Ternyata ada pula yang berpendapat jika membeli rumah secara cash lebih menguntungkan dibanding KPR. Jika Anda memiliki uang tabungan dalam jumlah yang besar, dan belum tahu akan digunakan untuk apa. Sebaiknya Anda gunakan uang tersebut untuk membeli rumah secara cash, sebagai langkah awal berbisnis properti.

Apalagi, jika uang yang Anda miliki sekarang sudah dipisah-pisahkan untuk keperluan jangka panjang misalnya saja asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi, tabungan, dan lain sebagainya. Saat Anda berniat untuk membeli rumah secara cash, sebaiknya Anda siapkan uang tambahan untuk mempersiapkan keperluan lain-lain seperti mengurus sertifikat, dan membayar jasa notaris. Surat-surat ini tentu sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya penipuan.

Untuk lebih jelasnya adapun ilustrasi membeli rumah dengan cara KPR dan cash:

Andi berniat untuk membeli rumah dengan cara KPR, harga rumah tersebuy sekitar Rp. 300 juta. Andi telah menabung uang sebanyak Rp. 5 juta setiap bulan guna membayar DP KPR. Nilai DP rumah tersebut ialah 30% x Rp. 300 juta = Rp. 90 juta, sehingga dibutuhkan 18 bulan untuk melunasi DP tersebut. Setelah itu, Andi harus mencicil KPR per bulan sebanyak Rp. 3,6 juta. Setelah 10 tahun, dana yang disetorkan ke KPR mencapai Rp. 432 juta. Jika dihitung nilai properti tersebut mencapai Rp. 732 juta.

Berbeda dengan Budi, yang memilih untuk menabung selama 12 tahun untuk membeli rumah seharga Rp. 650 juta.

Memang tidak mudah menentukan cara mana yang akan dipilih untuk membeli rumah. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah modal yang dimiliki serta tren suku bunga yang ada. Sebaiknya Anda memilih KPR jika memang modal yang dimiliki tidak cukup serta Anda belum menyiapkan dana darurat atau dana proteksi. Pikirkan pula berapa tarif bunga yang dipatok antara bank satu dengan bank lain.

Namun jika Anda memiliki uang tabungan yang cukup banyak, sebaiknya pilih membayar secara cash. Selain harga rumah yang lebih rumah, cara ini juga cukup aman.

Apapun keputusan Anda, semoga artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda. Jika masih bingung mana yang sebaiknya dipilih Anda bisa berkonsultasi dengan kami melalui fasindoproperty.co.id

Segera hubungi kami untuk mendapatkan hunian nyaman dan aman namun tidak terlalu mahal!