Property Semarang : Cara Mudah Untuk Berinvestasi Property Bagi Pemula

Property Semarang : Cara Mudah Untuk Berinvestasi Property Bagi Pemula

Masa muda adalah masa berjuang untuk meraih cita-cita, salah satu property yang baik itu berupa rumah, kendaraan dll. Keberhasilan meraih property pertama mereka yaitu moment paling dinanti. Oleh karena itu, perlu mengatur strategi yang cocok untuk berjuang mencapai impian.

Sebagai pemula, kalian jangan pernah mengambil langkah yang buru-buru karena banyak hal yang harus dipelajari sebelum membeli sebuah property. Belum lagi kalian harus tahu banyak proses pembelian property tidaklah mudah, terkadang ada proses panjang yang harus dilewati. Perhatikan juga cara-cara pembayaran yang akan kalian pilih.

Jadi, ada sekian pelajaran yang harus kalian kuasai terlebih dulu sebelum merahi property pertama kalinya. Untuk memudahkan kalian, berikut ada beberapa langkah untuk berinvestasi property bagi pemula.

  1. Pemilihan Lokasi

Lokasi merupakan salah satu penentu ketika kalian ingin membeli rumah. Banyak orang yang memutuskan untuk membeli rumah karena lokasinya cocok / strategis. Karena itulah, lokasi menjadi salah satu factor yang penting oleh sebagian orang ketika ingin membeli rumah. Lokasi juga mempengaruhi harga jual suatu rumah karena lokasi merupakan akses ke berbagai tempat, misalkan pusat perbelanjaan, sekolah, transportasi, rumah sakit dll.

  1. Ketersediaan dana

Biaya juga merupakan salah satu factor yang penting dalam membeli sebuah property. Selain biaya pokok, ada biaya ekstra yang menjadi sebuah kewajiban. Terkadang jumlahnya yang tidaksedikit membuat kaget orang awam yang baru pertama kali membeli.

Biaya pembelian property yang menjadi kewajiban bagi para pembeli antara lain :

  • Uang Tanda Jadi : biasanya ditentukan oleh para developer. Akan tetapi jika membeli property tidak melalu developer, melainkan pasar sekunder, maka uang tanda jadi itu dapat ditentukan oleh penjual property. Uang tanda jadi merupakan salah satu bentuk kejelasan kalian membeli rumah tersebut, seperti halnya biaya booking.
  • Uang Muka : kewajiban selanjutnya jika kalian memang jadi membeli rumah itu ialah melunasi uang muka jika membeli rumah kepada developer / pengembang. Sedangkan jika membelinya lewat pasar sekunder, besar uang muka berkisar antara 20-50% dan umunya ditentukan oleh pihak bank yang bersangkutan.
  • Angsuran : idealnya besar tiap angsuran tidak boleh lebih dari sepertiga gaji kalian sendiri atau gaji bersama pasangan.
  1. Developer Terbukti Terpercaya

Jangan Percaya begitu saja dengan developer / pengembang yang sudah terkenal namanya sekalipun. Kalian harus tetap menyelidikinya dengan menemukan informasi yang benar adanya. Pengalaman merupakan salah satu tingkat kemahiran suatu developer/pengembang. Setidaknya carilah developer yang berpengalaman minimal 5 tahun dalam bidang property.

Periksa juga track record developer tersebut , apakah tepat waktu saat proses serah terimanya ? apakah perumahan sebelumnya yang pernah dikerjakan developer tersebut berkualitas ? Informasi dapat kalian dapatkan melalui website terkait atau orang-orang terdekat yang sudah mengenalnya dengan baik.

  1. Cek Harga Pasar

Jangan terburu-buru dalam membeli property pertama kalinya. Banyak hal yang harus kalian tinjau terlebih dulu, seperti harga pasar property tersebut. Kalian harus tahu harga pasaran rumah yang akan kalian beli. Ini bisa kalian cari melalui online atau riset pasar secara langsung. Dengan begitu, kalian dapat menentukan harga terbaik dari property yang akan kalian beli.

  1. Ketersediaan Fasilitas

Kalian juga harus tau mengenai fasilitas yang disediakan oleh pengembang. Sebaiknya kalian juga melakukan survey lokasi dulu ke daerah perumahan yang ingin kalian beli. Perhatikan dengan baik fasilitas internal dan fasilitas eksternal yang ada.

Fasilitas internal seperti tempat ibadah, arena olahraga , kawasan bermain, standar infrastruktur yang ada, gerbang perumahan dll. Sedangkan untuk fasilitas eksternal merupakan fasilitas yang ada di sekitar perumahan tersebut seperti pusat perbelanjaan, sekolah, kantor, rumah sakit , minimarket dll.

  1. Pastikan Surat Pembelian Tanah

Jangan lupa untuk memperhatikan sertifikat tanah yang diperlihatkan oleh developer. Tanyakan hal itu melalui notasi yang mengurus akta tanah.

Surat-surat itu menentukan status tanah yang akan dikembangkan. Tidak cukup hanya memastikan status kavling tanah saja, akan tetapi semua kavling pada perumahan tersebut harus dipastikan dan di teliti.

  1. Persiapkan Dana Tambahan
  • Biaya Untuk Bank

Pembelian dengan KPR berarti harus melalui tahap pengecekan dan tahap kelengkapan berkas yang pasti berbayar. Hal utamanya yaitu biaya survey aset property sebelum membeli rumah. Pada umumnya pengecekan sertifikat tanah dan harga jual property berdasarkan harga pasar yang sedang berlaku saat itu.

Dana yang perlu kalian siapkan untuk melewati tahap ini sebesar Rp 300.000 hingga Rp 750.000 ada pula biaya provisi bank sekitar 0,5-1% dari total pinjaman. Belum lagi biaya-biaya administrasi bank antara Rp 250.000 – Rp 500.000 atau bisa juga ditentukan berdasarkan prosentase total pinjaman.

  • Biaya Asuransi

Biaya untuk asuransi  ada dua yaitu Asuransi Jiwa ( sebesar 1-2 % dari total pinjaman ) dan Asuransi Kebakaran (1% dari total pinjaman)

  • Biaya Notaris

Notaris merupakan pihak yang banyak berkontribusi dalam membantu kalian mengurus beragam akta serta sertifikat jual beli. Biaya  Jasa Notaris ini menjadi kewajiban sepenuhnya. Besarnya biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sang pembeli.  Jasa notaris yang bisa digunakan antara lain pemeriksaan sertifikat, biaya balik nama, perjanjian kredit , Akta Jual Beli ( AJB) dan  Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT).

  • Biaya Pajak

Pajak ialah Kewajiban yang pasti tidak bisa dilewatkan dalam transaksi jual beli property baik dengan tunai maupuan menggunakan KPR. Pakak itu disebut dengan BPHTB atau bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Besar biaya pajak di hitung dengan rumus sebagai berikut :

5% X ( Harga Transaksi – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Nilai NJOPTKP dintentukan berdasarkan peraturan pemerintah setempat.

  1. Pastikan Waktu Serah Terima Unit Rumah

Pastikan waktu serah terima rumah atau property lain yang kalian beli. Ketahui jug ajika mungkin ada keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan dan konsekuensinya apa yang dikenakan kepada developer / pengembang. Waktu yang jelas juga merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam membeli property

Hal-hal yang telah kami sampaikan diatas wajib kalian pahami terlebih dahulu sebelum membeli propert. Jangan langsung membeli tanpa mengecek beberapa hal yang sudah kami sampaikan di atas. Jadilah pembeli yang cerdas. Hal itu bisa membuat kalian mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan dan terhindar dari berbagai tidak penipuan. Semoga bermanfaat.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *