Property Semarang :   Rumah Konsep New Normal Yang Bisa Jadi Referensi Anda

Property Semarang :   Rumah Konsep New Normal Yang Bisa Jadi Referensi Anda

Setelah pandemi kabarnya, kita akan memulai hidup normal yang baru atau new Normal. Era new normal seperti ini ternyata berpengaruh pada bidang properti. Memang masa pademi membuat harga properti cenderung rendah karena menurunnya permintaan masyarakat akan kebutuhan properti. Namun menjelang new normal saat ini banyak pengembang properti menerapkan beberapa konsep baru sehingga membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman serta mudah beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Saat ini konsep rumah siap huni menjadi pilihan yang banyak dicari. Hal ini karena, masyarakat ingin mengurangi risiko penyebaran virus jika mereka tinggal di rumah yang masih dalam tahap pembangunan atau renovasi.

Tren rumah untuk era new normal

Setelah pandemi Covid-19 ini berakhir, maka bisa saja terjadi tren pergeseran minat konsumen akan hunian yang nyaman bagi keluarganya. Seperti era new normal saat ini, banyak konsumen mencari hunian dimana properti tersebut bebas dari risiko atau risk free product. Berikut ini ada beberapa konsep hunian yang dicari konsumen pada era new normal, simak di bawah ini:

1.      Konsep rumah siap huni

Produk properti yang barisiko tinggi akan virus cenderung tidak akan dipilih oleh para konsumen. Produk properti itu adalah apartemen dan kondotel (kondominium hotel). Terutama,jika properti tersebut baru saja dirilis atau diperkenalkan ke khalayak umum. Hal ini karena, para konsumen akan mempertanyakan kepastian kapan jadwal selesainya pembangunan tersebut serta serah terima kedua jenis hunian tersebut. Sehingga hal inilah yang mendorong mereka untuk memilih hunia yang sudah selesai proses pengerjaannya dan siap huni.

2.      Apartemen dengan aksesibilitas yang baik

Meskipun apartemen baru jarang diminati oleh para konsumen akan tetapi, apartemen yang memiliki aksesibilitas yang baus ternyata banyak dicari. Banyak konsumen yang mencari apartemen siap huni yang berlokasi di pusat kota, atau lokasi tersebut sangat strategis.

Hal ini karena, lokasi yang strategis dapat mempermudah perjalanan mereka menuju kantor, sekolah atau tempat-tempat umum lainnya. Sehingga hal ini akan membuat waktu dan perjalanan mereka lebih cepat dan efektif.

3.      Harga jual dan kemampuan finansial yang dimiliki

Selain kedua hal diatas, para konsumen umumnya akan mempertimbangkan harga jual lebih selektif dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial mereka. Segmen konsumen rumah pertama atau end-user kelas menengah umumnya akan mencari rumah dengan rentang harga sekitar 10 hingga 20 juta per meter persegi. Sedangkan untuk pasar kelas menengah bawah umumnya akan memilih rumah dengan harga maksimal 7 juta per meter persegi.

Sementara bagi calon konsumen yang berminat untuk menyewa properti guna keperluan bisnis atau hal lain akan mempertimbangkan capital gain setidaknya 7 persen.

4.      Konsep rumah yang bersih dan sehat bagi penghuninya

Kritia yang terakhir dalam memilih properti adalah properti yang dikelola secara higienis. Dengan isu penyebaran virus, membuat banyak pengembang properti menambah fasilitas bangunan yang hendak mereka tawarkan salah satunya meningkatkan kebersiah dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini yang kemudian membuat calon konsumen merasa aman, nyaman dan tidak perlu khawatir akan risiko tertular penyakit dan virus.

Sekian dari informasi di atas, semoga dengan 4 poin tersebut anda menjadi lebih berhati-hati dalam memilih properti yang cocok dihuni bersama keluarga. Ingat, selalu jaga kesehatan dan kebersihan adalah kunci agar mendapatkan rumah yang terbebas dari risiko penyebaran virus.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *