Was-Was Dengan Bencana Alam, Simak Yuk Rumah-Rumah Yang Tahan Gempa

Was-Was Dengan Bencana Alam, Simak Yuk Rumah-Rumah Yang Tahan Gempa

Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam daerah rawan gempa. Pada tahun 2020 saja telah terjadi gempa sebanyak 6.000 kali di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada di daerah cincin api Pasifik (Ring of Fire).

Was-Was Dengan Bencana Alam, Simak Yuk Rumah-Rumah Yang Tahan Gempa

Sumber Pinterest

Membangun rumah tahan gempa

Salah satu dampak dari gempa adalah hancurnya seluruh rumah dan infrastruktur lainnya. Sebenarnya kehancuran ini dapat diantisipasi dengan cara membangun rumah dan bangunan tahan gempa. Meskipun belum familiar untuk dilakukan, tetapi sebenarnya ada beberapa cara untuk membangun rumah yang tahan gempa.

1.            Kualitas tanah

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kualitas tanah yang akan dijadikan rumah. Hindari tanah jenis plastic soils untuk menghindari berkurangnya kekuatan tanah di musim hujan. Tanah yang akan ditempati harus cukup padat dan keras untuk menghindari adanya perubahan permukaan tanah ketika terjadi gempa. Tanah harus cukup stabil untuk menahan beban dan bentuk rumah secara keseluruhan.

2.            Tingkat ketinggian

Sebelum membangun pondasi rumah sebaiknya ditentukan terlebih dahulu tingkat ketinggian dari rumah yang ingin dibangun. Ketinggian rumah dan jumlah lantai sangat berpengaruh terhadap pondasi yang akan dibangun. Semakin tinggi rumah dan semakin banyak jumlah lantai, semakin besar juga beban yang akan ditanggung oleh pondasi bangunan. Dengan merencanakannya sejak awal, akan membuat proses pembuatan pondasi menjadi lebih matang. Dengan pondasi yang kuat akan menopang keseluruhan bangunan sehingga tidak mudah hancur ketika terjadi gempa bumi.

3.            Kualitas pondasi

Hal selanjutnya adalah kualitas pondasi. Pondasi merupakan hal yang sangat penting karena akan menopang seluruh bangunan rumah. Sehingga semakin baik pondasi rumah, akan semakin kuat pula rumah tersebut. Untuk membuat pondasi yang kuat, biasanya pondasi akan ditanam dengan kedalaman 60-75 cm.

Untuk membuat pondasi yang kuat juga perlu didukung dengan penggunaan material yang baik. Penggunaan kerikil, pasir, semen, dan air harus sesuai dengan komposisi yang tepat sehingga akan mencegah retakan-retakan kecil pada pondasi.

4.            Memakai beton bertulang

Untuk membuat bangunan tahan gempa, sebaiknya gunakan beton bertulang sebagai tiang yang akan meneruskan beban ke bagian bawah pondasi.

5.            Tingkat simetris

Untuk membuat rumah tahan gempa, buatlah rumah dengan bentuk yang simetris agar rumah menjadi lebih kokoh dengan penyebaran kekuatan yang merata. Sehingga ketika terjadi gempa di suatu titik, akan membuat sebaran guncangan merata sehingga resiko rumah hancur lebih rendah.

6.            Bahan material

Penggunaan bahan material juga berpengaruh terhadap kekuatan rumah ketika terjadi gempa. Usahakan untuk mengganti bahan-bahan material yang berat dengan yang lebih ringan sehingga mengurangi beban pada bangunan. Salah satu contohnya adalah mengganti atap konvensional dengan menggunakan baja ringan.

Desain rumah tahan gempa

Ada beberapa desain rumah yang tahan terhadap guncangan gempa. Desain tersebut adalah:

1.            Rumah dome

Rumah dome ini memiliki bentuk atap setengah lingkaran yang memiliki ciri khas atap dan dinding yang menyatu. Rumah dome ini tahan terhadap guncangan gempa dan angin yang kuat karena memiliki konstruksi yang kokoh dan menggunakan bahan material yang ringan.

2.            Growing house

Rumah ini dibangun dengan tiga tahapan dengan tujuan untuk mendesain bangunan dengan yang membuat penghuninya produktif dan tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Selain tahan goncangan gempa, rumah ini juga dapat mengantisipasi bencana banjir yang datang.

3.            Rumah risha

RISHA merupakan sebuah singkatan dari Rumah Instan Sederhana Sehat. Rumah ini dibangun tidak menggunakan semen ataupun batu bata. Pemilik rumah hanya perlu menggabungkan panel-panel beton dengan baut saja. Panel-panel beton untuk bangunan rumah akan dibuat terlebih dahulu di tempat lain.

4.            Rumah barrataga

Barrataga merupakan sebuah singkatan dari Rumah Rakyat Tahan Gempa. Rumah ini berbentuk limas yang terdiri dari kolom beton, balok bawah, balok atas, balok lantai, yang dihubungkan melalui simpul barrataga. Rumah ini memiliki pondasi yang kuat karena adanya pasi yang ditanamkan sedalam 20 cm yang berfungsi untuk meredam getaran.

Demikian informasi mengenai cara membangun rumah tahan gempa dan juga desain rumah-rumah tahan gempa yang dapat digunakan sebagai acuan ketika membuat rumah. Dengan mempersiapkan rumah tahan gempa akan membuat Anda lebih aman karena rumah tidak akan hancur ketika terjadi gempa. Fasindo Property siap membantu sepenuh hati untuk merancang rumah tahan gempa dengan desain yang menarik untuk Anda. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  lainnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.