Posts

Kira-Kira Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi Properti? Cash Atau KPR?

­Kira-Kira Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi Properti? Cash Atau KPR?

Rumah tentu menjadi salah satu aset masa depan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Selain dijadikan sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa diwariskan untuk keturunan kita di masa mendatang. Sehingga tak heran jika saat ini banyak orang yang mulai membeli aset properti seperti rumah meskipun usianya terbilang masih muda.

Bahkan dalam sebuah survei menjelaskan, jika orang yang baru berniat untuk berinvestasi properti pasti akan merasa terlambat dan sedikit menyesal ketimbang orang yang sudah lama memilih untuk menyisihkan uangnya agar bisa memiliki properti.

Kira-Kira Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi Properti Cash Atau KPR

Sumber : unsplash

Membeli rumah secara Cash atau KPR?

Dalam bisnis properti, sangat jarang sekali dijumpai kerugian. Hal ini tentu dapat dibuktikan dari pengakuan-pengakuan para pebisnis properti yang telah lama bermain dalam sektor ini. Bahkan ada banyak sekali tips berbisnis properti yang bisa kita baca melalui media cetak, online, bahkan situs website khusus bidang properti. Bukan hanya itu saja, untuk memulai bisnis properti tentu wajib bagi kita mengetahui kabar terbaru seperti harga pasar.

Terkadang saat kita ingin memulai berkecimpung di bidang properti, muncul pertanyaan yang sering membuat kepala pusing, yakni lebih menguntungkan mana, membeli rumah secara cash atau KPR? Tentu kedua pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebelum menentukan mana yang lebih menguntungkan ada baiknya Anda memahami penjelasan berikut ini.

1.      Membeli rumah secara KPR

Kredit kepemilikan rumah atau yang lebih dikenal dengan KPR, merupakan skema pembelian dengan sistem menyicil dalam tenggang waktu yang sudah ditentukan.  Hal ini berarti saat Anda membeli rumah, Anda bisa membayarnya dengan cara kredit dimana ada sejumlah setoran yang harus dibayarkan setiap bulannya. Membeli rumah dengan skema KPR tentu akan membudahkan Anda dalam proses membeli jika Anda tak memiliki uang tabungan yang besar. Saat Anda membeli rumah secara KPR umumnya besar setoran perbulan tergantung dari berapa DP awal yang Anda sanggup bayar.

Hal yang perlu Anda ketahui jika ingin membeli rumah dengan cara KPR adalah DP yang dibayarkan di awal minimal senilai 30% dari harga beli investasi tersebut. Umumnya fasilitas ini akan diperoleh jika kita mengajukan KPR melalui lembaga perbankan dalam bentuk agunan properti yang hendak dibeli. KPR sendiri terbagi menjadi beberapa kategori. Jika Anda ingin menjadikan rumah atau produk properti lain sebagai investasi, maka gunakan KPR pembelian.

Selain itu, para pengembang umumnya menyediakan fasilitas KPR yang memudahkan calon pembeli jika tak memiliki uang sebanyak nilai rumah tersebut jika dibeli secara cash. Sistem yang digunakan KPR umumnya juga cepat dan mudah, sehingga banyak orang yang berpendapat jika membeli rumah dengan cara KPR jauh lebih menguntunga. Namun apakah hal itu benar?

2.      Membeli rumah secara cash

Meskipun KPR memiliki kelebihan seperti yang telah dijelaskan di atas. Ternyata ada pula yang berpendapat jika membeli rumah secara cash lebih menguntungkan dibanding KPR. Jika Anda memiliki uang tabungan dalam jumlah yang besar, dan belum tahu akan digunakan untuk apa. Sebaiknya Anda gunakan uang tersebut untuk membeli rumah secara cash, sebagai langkah awal berbisnis properti.

Apalagi, jika uang yang Anda miliki sekarang sudah dipisah-pisahkan untuk keperluan jangka panjang misalnya saja asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi, tabungan, dan lain sebagainya. Saat Anda berniat untuk membeli rumah secara cash, sebaiknya Anda siapkan uang tambahan untuk mempersiapkan keperluan lain-lain seperti mengurus sertifikat, dan membayar jasa notaris. Surat-surat ini tentu sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya penipuan.

Untuk lebih jelasnya adapun ilustrasi membeli rumah dengan cara KPR dan cash:

Andi berniat untuk membeli rumah dengan cara KPR, harga rumah tersebuy sekitar Rp. 300 juta. Andi telah menabung uang sebanyak Rp. 5 juta setiap bulan guna membayar DP KPR. Nilai DP rumah tersebut ialah 30% x Rp. 300 juta = Rp. 90 juta, sehingga dibutuhkan 18 bulan untuk melunasi DP tersebut. Setelah itu, Andi harus mencicil KPR per bulan sebanyak Rp. 3,6 juta. Setelah 10 tahun, dana yang disetorkan ke KPR mencapai Rp. 432 juta. Jika dihitung nilai properti tersebut mencapai Rp. 732 juta.

Berbeda dengan Budi, yang memilih untuk menabung selama 12 tahun untuk membeli rumah seharga Rp. 650 juta.

Memang tidak mudah menentukan cara mana yang akan dipilih untuk membeli rumah. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah modal yang dimiliki serta tren suku bunga yang ada. Sebaiknya Anda memilih KPR jika memang modal yang dimiliki tidak cukup serta Anda belum menyiapkan dana darurat atau dana proteksi. Pikirkan pula berapa tarif bunga yang dipatok antara bank satu dengan bank lain.

Namun jika Anda memiliki uang tabungan yang cukup banyak, sebaiknya pilih membayar secara cash. Selain harga rumah yang lebih rumah, cara ini juga cukup aman.

Apapun keputusan Anda, semoga artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda. Jika masih bingung mana yang sebaiknya dipilih Anda bisa berkonsultasi dengan kami melalui fasindoproperty.co.id

Segera hubungi kami untuk mendapatkan hunian nyaman dan aman namun tidak terlalu mahal!

Pengen Punya Rumah Di Usia 25 Tahun? Mudah Saja, Ikuti Tips Ini!

Pengen Punya Rumah Di Usia 25 Tahun? Mudah Saja, Ikuti Tips Ini!

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, rumah menjadi tempat kita untuk berlindung dari mara bahaya. Terkadang keinginan untuk memiliki rumah sendiri sudah muncul saat kita berusia 20an. Sebagian dari kita bahkan menargetkan memiliki rumah di usia 25 tahun. Kenapa usia 25? Kebanyakan orang menganggap usia tersebut adalah usia yang pas untuk memulai rumah tangga, dan rumah merupakan hal yang sangat penting dibicarakan menjelang pernikahan.

Memiliki rumah tentu bukan hanya digunakan sebagai tempat tinggal saja, namun juga investasi jangka panjang. Umumnya rumah pertama digunakan untuk tempat tinggal, namun rumah kedua dan ketiga digunakan untuk investasi atau warisan.

Pengen Punya Rumah Di Usia 25 Tahun Mudah Saja, Ikuti Tips Ini

Sumber :freepik.com

Tapi membeli rumah tentu bukan perkara yang mudah, ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum kita membelinya. Terutama kesiapan finansial, nilai satu rumah tentu bukan nilai yang kecil. Belum lagi jika ada dana renovasi, dan membeli perabotan rumah. Tentu ada banyak biaya yang harus disiapkan bukan?

Akan tetapi Anda tak perlu khawatir, saat ini banyak agen properti bahkan bank yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Meskipun demikian Anda juga perlu memberikan DP rumah terlebih dahulu setidaknya sebesar 30% dari harga rumah tersebut.

Sebenarnya membeli rumah juga perlu perencanaan yang baik, selain menghitung jumlah pendapatan perbulannya, Anda juga harus menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung. Kalau terlalu lama, bisa-bisa harga rumah semakin mahal.

Untuk itu cobalah ikuti tips-tips berikut ini.

1.      Tentukan berapa harga rumahnya terlebih dahulu

Rumah yang akan kita beli tentu harus disesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Ingat jangan hanya menuruti keinginan saja, Anda harus menyesuaikan pendapatan yang diperoleh dengan jumlah setorannya dalam sebulan. Perlu Anda ketahui pemilihan lokasi rumah juga akan berpengaruh terhadap harga jualnya. Misalnya rumah tersebut dekat dengan fasilitas umum seperti Mall, Bus, stasiun, dan lain-lain.

2.      Kumpulkan uang muka terlebih dahulu

Setelah Anda menentukan harga rumah dan anggrannya, maka Anda bisa mulai menabung. Pertama kumpulkan uang untuk membayar DP (uang muka) terlebih dahulu. Setoran DP yang harus Anda kumpulkan setidaknya 15% dari harga rumah. Perhatikan pula berapa waktu yang Anda perlukan untuk menabung agar bisa membayar uang muka rumah. Jika Anda sudah membayar DP maka akan lebih mudah untuk membayar cicilan. Ingat ada baiknya jika Anda membayar DP sebelum usia 25 tahun, paling tidak mulailah menabung DP rumah sejak usia 22 atau 23 tahun.

3.      Cari pendapatan tambahan

Agar lebih cepat melunasi kredit rumah, akan lebih baik jika Anda mencari pekerjaan tambahan agar pendapatan perbulan juga lebih besar. Dengan penghasilan yang diperoleh bertambah maka Anda bisa mengalokasikan cicilan KPR lebih besar, sehingga lebih cepat Anda mendapatkan rumah. Selain mencari penghasilan tambahan, Anda juga bisa berinvestasi pada produk atau instrumen rendah risiko seperti reksadana ataupun emas. Anda bisa menggunakan kedua hal itu untuk mendapatkan imbal hasil dari proses jual-beli sebagai tambahan untuk mencicil KPR.

4.      Terapkan gaya hidup hemat

Salah satu kunci agar bisa memiliki rumah di usia muda dalah dengan menerapkan gaya hidup hemat. Akan sia-sia jika selama ini Anda bekerja keras mencari penghasilan tambahan namun tidak dibarengi dengan gaya hidup hemat. Bisa-bisa uang yang Anda simpan justru tidak digunakan untuk menyicil KPR melainkan membeli barang lain yang belum tentu Anda butuhkan saat itu. Ada beberapa gaya hidup yang bisa Anda terapkan, seperti mengurangi kegiatan entertain, belanja hanya untuk kebutuhan, mengurangi jajan atau makan di restoran.

5.      Ingat ada niat pasti ada jalan!

Niat yang kuat tentu harus dibarengi dengan usaha keras. Jika Anda ingin memiliki rumah di usia 25 tahun, maka sebaiknya Anda segera mempersiapkan semuanya. Anda harus bekerja keras untuk menabung sertas mengelola keuagan dengan baik.

Ingat, berapapun usia yang Anda inginkan untuk memiliki rumah sendiri, asalkan Anda menerapkan tips di atas, tentu akan lebih mudah untuk mewujudkannya. Fasindo sangat terbuka jika Anda ingin memiliki rumah meskipun masih berusia 20an, kami telah terbukti memberikan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat kota Semarang dengan harga yang cukup terjangkau. Jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu melalui fasindoproperty.co.id

Jangan Bersedih, Begini Yang Harus Dilakukan Saat KPR Ditolak

Jangan Bersedih, Begini Yang Harus Dilakukan Saat KPR Ditolak

Adanya KPR tentu mempermudah kita untuk mendapatkan rumah impian. Akan tetapi sama seperti saat kita mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan), permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga bisa ditolak oleh pihak bank loh. Sebenarnya penolakan tersebut bukan tanpa alasan, ada banyak hal yang menyebabkannya. Umumnya KPR yang ditolak disebabkan oleh usia yang tidak sesuai dengan persyaratan, serta pekerjaan dan penghasilan perbulan yang kita peroleh. Bahkan jaminan yang tidak layak juga bisa menjadi penyebab KPR ditolak.

Bukan hanya itu saja, riwayat kredit yang buruk pada BU Checking atau SLIK OJK, data yang dimasukkan salah, hingga dokumen yang dilampirkan tidak lengkap maka KPR yang diajukan bisa saja ditolak oleh pihak Bank.

Umumnya saat mengetahui KPR ditolak, biasanya perasaan kecewa dan menyerah muncul. Pikiran negatif akan menghantui Anda, apakah selamanya akan tinggal menumpang orangtua atau justru harus mengontrak selamanya.

Jangan Bersedih, Begini Yang Harus Dilakukan Saat KPR Ditolak

Sumber:freepik.com

Tenang saja, jangan terlalu bersedih. Penolakan KPR bukanlah akhir dari segalanya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Anda perlu tahu membeli rumah dengan skema KPR dengan cara lain. Untuk itu berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan saat pengajuan KPR ditolak.

1.      Ketahui dulu alasan kenapa pengajuan ditolak

Saat mengetahui jika Bank yang kita tuju menolak pengajuan KPR, cobalah untuk bertanya kira-kira apa yang membuat mereka menolaknya, serta tanyakan pula bagaimana cara mengatasi hal ini.

Meskipun Anda tidak bisa mengajukan KPR lagi di bank tersebut, namun setidaknya Anda bisa menunggu beberapa bulan setelahnya. Selain itu, Anda juga tahu faktor penyebab penolakan dari pihak Bank. Solusi yang ditawarkan oleh pihak bank tentu bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita. Sehingga untuk ke depannya kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama saat akan mengajukan KPR kembali.

Wajib bagi kita untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika kita hanya membiarkannya, maka sampai kapanpun kita akan kesulitan untuk mengajukan KPR ke pihak bank ataupun pengembang.

2.      Bebaskan dari blacklist BI

Jika Anda ternyata pernah tidak membayar cicilan kredit, sehingga mengakibatkan gagal bayar ataupun kredit macet, maka hal ini akan terbaca pada BI Checking atau SLIK OJK. Tentu hal ini merupakan catatan buruk. Rapor kredit Anda akan merah sehingga bisa masuk ke dalam daftar blacklist Bank Indonesia atau SLK OJK. Riwayat kredit yang jelek ini juga menyebabkan kenapa KPR Anda ditolak oleh pihak bank.

Untuk mengatasinya, secepatnya melunasi kredit agar pengajuan KPR Anda segera diterima bank, perusahaan pembiayaan, ataupun pinjaman online melalui fintech lending legal sekalipun.

3.      Mungkin Anda memilih rumah yang terlalu mewah, cobalah memilih rumah yang lebih sederhana

Sangat wajar jika seseorang ingin memiliki rumah yang besar dan megah. Akan tetapi coba pikirkan lagi apakah hal itu sesuai dengan pendapatan perbulan? Salah satu penyebab KPR ditolak adalah tipe rumah yang Anda pilih tidak sesuai dengan gaji yang diperoleh setiap bulannya. Ingat, pihak Bank tentu menilai kemampuan Anda dalam membayar setoran dari jumlah gaji yang diperoleh. Hal ini karena potensi kredit macet sangatlah tinggi apabila pendapatan perbulan terbilang rendah, untuk itu jika memang gaji Anda belum cukup tinggi ada baiknya Anda memilih rumah yang lebih sederhana.

4.      Kelola utang di batas aman

Ingat bank bukan hanya melihat riwayat kredit Anda saja, namun mereka juga  melihat utang berjalan lain yang dimiliki saat mengajukan KPR. Misalnya, Anda memiliki cicilan motor, cicilan ponsel, cicilan TV atau lemari es, hingga cicilan kartu kredit, dan cicilan lainnya. Ingat, pembayaran utang tidak boleh 30% dari penghasilan yang kita perolah dalam satu bulan. Jika melebihi itu, maka sangat wajar jika KPR yang kita ajukan ke bank ditolak.

5.      Beli rumah dengan skema KPR melalui pihak pengembang atau agen

Solusi lain yang bisa dilakukan untuk saat KPR ditolak oleh pihak Bank adalah membeli rumah KPR melalui pihak pengembang atau agen properti. Skema yang diterapkan untuk KPR dengan pihak pengembang atau agen adalah dengan uang tuan dan cash bertahap atau diangsur setiap bulannya.

Umumnya tenor cicilan yang ditawarkan tergantung dari pihak pengembang. Perlu Anda ketahui nilai jual rumah dengan metode tunai cenderung lebih murah dibanding kredit secara bertahap.

Setelah menyimak tips di atas, Anda tak perlu bingung lagi jika nanti KPR Anda ditolak oleh pihak Bank. Ingat masih ada cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini salah satunya membeli rumah dari pihak pengembang, namun perlu berhati-hati dalam memilih pengembang atau agen properti. Fasindo Property merupakan agen properti yang telah berdiri selama 2 dekate, dan terbukti menyediakan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Anda bisa menemukan kami di kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Cibinong, Jepara, dan Bali. Tunggu apa lagi hubungi kami melalui fasindoproperty.co.id

Ingin Punya Rumah Dekat Pantai Untuk Disewakan? Simak Tipsnya Berikut Ini

Ingin Punya Rumah Dekat Pantai Untuk Disewakan? Simak Tipsnya Berikut Ini

Siapa yang ingin memiliki rumah dengan pemandangan lautan lepas? Tentu hampir semua orang menginginkan hal tersebut. Rumah yang memiliki pemandangan pantai dan laut lepas ibarat sebuah rumah idaman dimana tak perlu jauh-jauh untuk berlibur, cukup di teras atau di halaman belakang saja sudah bisa menikmati pemandangan indah seperti itu. Apalagi hampir setiap hari Anda bisa melihat sunset ataupun sunrise.

Ingin Punya Rumah Dekat Pantai Untuk Disewakan Simak Tipsnya Berikut Ini

Sumber : Unsplash

Memiliki rumah yang dekat dengan tempat wisata seperti pantai sangat cocok digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ketika libur panjang. Kehidupan kota yang sibuk tentu membuat tubuh terasa lelah bahkan stress. Rumah tersebut juga cocok untuk ditinggali saat Anda dan pasangan telah pensiun, karena pemandangan yang indah membuat masa tua Anda berdua terasa lebih tenang dan tetap romantis.

Bukan hanya sebagai tempat tinggal di masa tua, memiliki rumah di dekat pantai juga bisa menjadi aset investasi yang menguntungkan. Selama musim libur Anda bisa menyewakannya sebagai homestay untuk wisatawan.

Terdengar menguntungkan bukan? Tapi membeli rumah di dekat pantai tidak semudah yang kita bayangkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa saja itu? Simak berikut ini:

1.      Lokasi

Sama halnya jika Anda membeli rumah di tengah perkotaan, lokasi rumah turut menjadi kunci penting yang harus Anda perhatikan jika ingin membeli rumah dekat dengan pantai. Pastikan lokasi yang Anda pilih bisa diakses dengan mudah. Apalagi jika rumah tersebut kelak akan dijadikan homestay, tentu Anda perlu memperhatikan kenyamanan wisatawan.

Carilah rumah yang lokasinya dekat dengan titik wisata. Hal ini bertujuan agar uang yang Anda keluarkan saat membeli rumah, dapat segera kembali alias balik modal. Sehingga, ada baiknya Anda mencari lokasi yang diperkirakan memiliki nilai pertumbuhan yang tinggi dari waktu ke waktu.

2.      Memiliki pemandangan yang bagus

Pastikan rumah yang Anda beli memiliki pemandangan yang bagus misalnya laut lepas, tanpa dihalangi bangunan lain. Pemandangan seperti ini tentu banyak dicari oleh wisatawan, karena mereka dapat melihat sunset atau sunrise tanpa perlu keluar rumah.

Akan lebih bagus lagi, jika rumah tersebut memiliki akses langsung ke pantai hanya dengan berjalan kaki saja. Rumah seperti ini umumnya sangat memang cukup sulit ditemukan, namun bukan berarti tidak ada. Pemandangan indah menjadi poin of sale yang bisa Anda tawarkan kelak ke calon penyewa.

3.      Jumlah kamar tidur yang banyak

Liburan ke pantai umumnya dilakukan oleh kalangan keluarga ataupun segerombolan anak-anak muda. Untuk itu, ada baiknya Anda mencari rumah yang memiliki banyak kamar sehingga dapat menampung lebih banyak orang. Dengan jumlah kamar yang cukup banyak, maka Anda bisa mengenakan biaya lebih untuk setiap kamar tidur tambahan yang nanti akan digunakan oleh calon penyewa.

4.      Persiapkan biaya yang akan dikeluarkan untuk renovasi rumah

Umumnya rumah yang terletak di dekat pantai merupakan rumah lama. Untuk itu, selain menyediakan biaya untuk membeli rumah, Anda juga harus menyiapkan biaya untuk merenovasi. Selain itu, rumah yang berdekatan dengan pantai sangat rentan terhadap erosi dan kerusakan lainnya yang disebabkan oleh angin. Sehingga saat Anda hendak merenovasi rumah, pastikan struktur pondasinya merupakan pondasi batu bata yang padat. Jika sewaktu-waktu rumah tersebut mengalami kerusakan, maka secepatnya Anda perbaiki agar tidak semakin parah dan merusak bagian rumah yang lain.

5.      Perhatikan iklim setempat

Sangat penting bagi Anda utuk memastikan property yang telah dibeli aman untuk segala musim. Anda perlu mencari rumah yang memiliki temperatur suhu udara dengan fungsi ganda, bisa menjadi penghangat ataupun pendingin. Sehingga siapapun yang tinggal di sana akan merasa nyaman tanpa takut dengan perubahan musim kemarau atapun penghujan.

6.      Pastikan rumah tersebut ramah lingkungan

Pantai merupakan lingkungan alam bebas yang sepatutnya kita jaga. Untuk itu, selain struktur bangunan yang kuat, hal lain yang perlu Anda pastikan adalah material bangunan tersebut idak merusak alam. Perhatikan pula bagaimana sistem pembuangan sampai rumah tangga di sana. Jangan sampai keinginan untuk berbisnis properti di tempat wisata justru merusak lingkungan yang ada di sekitarnya.

Bagaimana setelah memahami penjelasan di atas Anda tak perlu pusing lagi jika ingin membeli rumah dekat dengan pantai atau templat wisata lainnya. Jika Anda ingin memiliki hunian dengan panorama eksotis seperti yang ada di pulau Bali. Segera hubungi kami melalui fasindoproperty.co.id selama 2 dekade terakhir kami telah terbukti menyediakan hunian yang aman, nyaman, dan menenangkan. Bukan hanya di Bali saja, kami juga hadir di daerah lain seperti Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Cibinong, dan Jepara. Segera hubungi kami, karena rumah impian Anda sudah menanti.

Ingin Dapat Potongan Harga Dari Pihak Pengembang? Simak Tips Berikut Ini

Ingin Dapat Potongan Harga Dari Pihak Pengembang? Simak Tips Berikut Ini

 

Masa New Normal saat ini, tentu semua sektor tengah memperbaiki pemasarannya, termasuk sektor properti. Meskipun perlahan mulai membaik terkadang dari pihak pengembang maupun perbankan terus memutar otak agar penjualan properti, khususnya rumah tetap berjalan, bahkan meningkat.

Tentu ada banyak promo menarik yang sangat memanjakan mata bagi kita semua, mulai dari bebas biaya administrasi, potongan harga (diskon), hingga DP 0%. Tentu semua itu sangat menggiyurkan bagi kita yang ingin memiliki rumah idaman sesegera mungkin.

Ingin Dapat Potongan Harga Dari Pihak Pengembang Simak Tips Berikut Ini

Sumber : Freepik

Bukan hanya itu saja, bahkan ada penawaran dari pihak pengembang untuk membeli rumah dengan skema KPR tanpa bayar cicilan pokok dan bunga KPR selama beberapa bulan ataupun tahun. Memang, DP dan bunga KPR merupakan bahan pertimbangan bagi banyak orang yang saat hendak membeli rumah. Jika DP rumah KPR terlalu besar, tentu beberapa dari kita akan kesulitan untuk menabung agar dapat melunasinya. Meskipun demikian saat masih masa pandemi seperti ini tentu membeli properti adalah hal yang cukup sulit, karena kita harus menyiapkan dana yang cukup besar di masa krisis seperti sekarang.

Sedangkan jika bunga KPR yang dikenakan cukup tinggi, tentu hal ini turut membuat cicilan perbulannya semakin besar pula. Untuk itu, tak ada salahnya jika Anda meminta potongan harga atau diskon dari pihak pengembang. Tapi bagaimana caranya? Untuk simak beberapa tips berikut ini.

1.      Carilah pengembangan yang dapat diajak untuk bernegosiasi

Untuk mendapatkan rumah dengan harga yang lebih murah, hal pertama yang harus dilakukan adalah Anda bisa mencari tahu pengembang mana yang membuka pintu untuk bernegosiasi. Sehingga mereka tidak saklek pada patokan harga yang ada.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mencari informasinya di internet, ikut pameran rumah, atau meminta rekomendasi dari teman ataupun sanak keluarga yang memiliki pengalaman membeli rumah sebelumnya. Anda jangan khawatir, karena ada banyak pengembang yang mau diajak bernegosiasi dengan calon pembelinya. Melakukan penawaran harga, boleh-boleh saja asal harga yang diajukan masih cocok, sehingga pihak pengembangpun dapat menyetujuinya.

Jika memang diskon yang diberikan hanya 5% itu sudah lumayan dibanding tidak sama sekali. Sehingga tak ada salahnya untuk memanfaatkan diskon tersebut.

2.      Lakukan negosiasi di waktu yang tepat!

Sebenarnya bisa-bisa saja meminta diskon asal kita mengajukannya di waktu yang tepat. Contohnya di masa pandemi seperti ini, umumnya tak terlalu banyak rumah yang laku dijual, sehingga sangat mungkin bagi Anda untuk mendapatkan diskon.

Bahkan bisa saja, pihak pengembanglah yang justru menawarkan potongan harga. Untuk itu jangan ragu melakukan penawaran hingga mencapai kesepakatan harga. Jika Anda meminta diskon saat ekonomi sudah membaik, maka daya beli pun akan naik, sehingga akan sulit pihak pengembang untuk menyetujuinya. Sebab permintaan pasti tinggi meskipun harga rumah mahal dan suku bunganya juga tinggi.

3.      Siapkan uang sebagai bukti keseriuasan Anda membeli rumah

Sebelum meminta diskon ke pihak pengembang pastikan Anda sudah menyiapkan dananya terlebih dahulu. Jangan sampai, pihak pengembang sudah menyetujuinya namun Anda belum menyiapkan uangnya, atau malah harus pinjam dulu ke bank.

Kesiapan dana Anda adalah bukti keseriuasan dalam membeli rumah, sehingga pihak pengembang tak segan-segan memberikan diskon.

4.      Cobalah lobi-lobi saat mendatangi pameran properti atau pre-launching

Tips yang terakhir adalah Anda bisa melakukan negosiasi dengan pihak pengembang saat mendatangi pameran properti ataupun acara pre-launcing rumah. Umumnya pada acara-acara tersebut pihak pengembang akan membahas tentang diskon dan berbagai promo menarik lainnya. Promo-promo tersebut tentu akan memikat calon pembeli. Jika sudah cocok dengan rumah yang ditunjukan, Anda bisa saja menemui pihak pengembang dan ajaklah untuk bernegosiasi. Mungkin saja, Anda bisa mendapatkan diskon khusus, hal ini juga bisa Anda lakukan pada acara pre-launching, dimana rumah yang ditawarkan masih dalam tahap pembangunan.

Saat negosiasi umumnya pihak pengambang akan mematok harga tertentu, meskipun demikian Anda bisa berpeluang mendapatkan diskon khusus dengan membeli secara cash keras ataupun pelunasan DP.

Dengan keempat tips di atas, diharapkan Anda bisa mendapatkan potongan harga saat membeli rumah impian. Bagi Anda yang ingin memiliki rumah idaman namun dengan harga yang terjangkau jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami melalui fasindoproperty.co.id

Selama 2 dekade terakhir kami telah terbukti menyediakan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat kelas menengah. Nikmati rumah impian Anda dengan menghubungi kami sekarang juga.

Cara Kredit Rumah Untuk Milenial, Lebih Praktis Dan Mudah

Cara Kredit Rumah Untuk Milenial, Lebih Praktis Dan Mudah

Milenial sering diributkan dengan gaya hidup yang selalu hits abis. Banyak orang yang menganggap jika kalangan milenial adalah anak muda yang tidak menyiapkan segala kebutuhan hidup di masa mendatang, termasuk perihal tempat tinggal. Mungkin sebagian dari Anda juga bertanya-tanya, mau sampai kapan tinggal di kostan, kontrakan atau di rumah orangtua? Bahkan ada yang berandai jika suatu hari memiliki rumah sendiri. Tapi apa mungkin?

Tentu saja mungkin, memang saat ini membeli rumah bukan hal yang murah dan mudah. Perlu biaya yang besar dan waktu yang panjang. Sehingga kebanyakan dari kalangan millenial memilih untuk menunda keinginan untuk membeli rumah sampai mereka berkeluarga. Atau lebih memilih untuk mengejar mimpinya telebih dahulu, entah itu travelling keliling dunia, fokus berkarir, dan lain sebagainya.

Cara Kredit Rumah Untuk Milenial, Lebih Praktis Dan Mudah

Sumber: unsplash

Memiliki rumah sendiri untuk generasi milenial, mungkinkah?

Dibalik semua kondisi di atas, sebenarnya bisa-bisa saja Anda memiliki rumah sebelum menikah atau saat berusia 20an. Ya, memang harga properti bukan harga yang murah, akan tetapi nilainya yang terus bertambah seiring berjalannya waktu sehingga menjadikan rumah sebagai aset yang sangat menjanjikan di masa mendatang. Mungkin Anda masih merasa kesulitan untuk membeli rumah karena nominal gaji yang diperoleh setiap bulan belum besar, padahal uang yang saat didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian dan gaya hidup.

Saat ini kebutuhan millenial cenderung beragam, jika dulu hanya sekadar sandang, pangan, dan papan. Saat ini kebutuhan berubah menjadi lebih banyak seperti gadget, berlanggan streaming, travelling, nonton konser, datang ke festival, dan lain sebagainya. Tentu kebutuhan yang sebenarnya bukan kebutuhan itu cukup menguras uang yang ada di dompet Anda bukan?

Padahal banyak loh milenial yang ternyata bisa membeli rumah meskipun usianya masih muda. Zaman sekarang kita telah dimudahkan oleh teknologi dan sistem yang ada, sehingga akan lebih praktis untuk membeli rumah tanpa harus pusing-pusing.

Untuk Anda yang masih muda, namun sudah berpikir memiliki rumah sendiri berikut ini merupakan tips yang dapat diterapkan antara lain:

1.      Kurangi nongkrong dan hal lain yang memerlukan biaya besar

Makan di luar dan nongkrong bersama teman adalah hal yang biasanya dilakukan. Namun ingat, jangan terlalu sering. Meskipun yang Anda pesan hanya minuman dan snack, tapi jika dilakukan terlalu sering tentu memakan biaya pengeluaran yang cukup besar.

Akan lebih baik, uang yang biasanya digunakan untuk nongkrong bersama teman dialokasikan sebagai tabungan, yang nantinya dipakai untuk membayar DP KPR rumah. Hal ini bukan berarti Anda dilarang untuk nongkrong, hanya saja terapkan hidup hemat jika Anda ingin memiliki rumah impian.

2.      Menabung emas atau deposito

Meskipun sudah klasik, tapi cara ini sangat membantu Anda dalam proses menabung. Mungkin sebagian dari kita cukup kesulitan memisahkan rekening bank untuk keperluan sehari-hari dan tabungan. Jika demikian, tentu sebaiknya Anda memilih skema menabung yang baru, misalnya membuka tabungan jangka panjang, deposito, atau reksadana. Selain itu, Snda juga bisa membeli emas dan menyimpannya sebagai tabungan.

3.      Ingat pilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan bukan hanya trend

Inilah yang terkadang menjadi kesalahan para milenial, kebanyakan dari mereka memilih sesuatu dari tren atau apa yang nampak di media sosial, termasuk dalam hal tempat tinggal. Padahal saat memilih rumah, ada baiknya Anda menyesuaikannya dengan kebutuhan. Semakin besar dan memadai fasilitas yang dimiliki, akan semakin mahal harga rumah tersebut. Ingat juga, Anda tak perlu membeli rumah yang terlalu besar agar bisa ditinggali. Catatlah semua kebutuhan Anda agar bisa mengidentifikasi rumah seperti apa yang ingin dimiliki.

4.      Pilihlah KPR DP mulai dari 0%

Umumnya DP atau uang muka KPR menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi saat hendak mengambil KPR. Namun anda tak perlu khawatir karena saat ini banyak pihak pengembang maupun yang menawarkan pembayaran DP mulai dari 0%. Tentu anda bisa memilih fasilitas tersebut tanpa takut uang muka yang jumlahnya cukup besar tersebut.

5.      Pilih tenor KPR terpanjang

Ingat, Anda masih muda masih memiliki waktu yang panjang untuk memiliki rumah. Sehingga tak ada salahnya jika memilih tenor KPR jangka panjang. Dengan pendapatan yang masih terbatas jangan sampai besarnya KPR justru menjadi beban anda. Tenor KPR yang panjang tentu memiliki cicilan yang lebih rendah.

Bagaimana, siap memiliki rumah sendiri? Jika Anda berniat memiliki hunian nyaman khususnya di kota Semarang, segera hubungi kami fasindoproperty.co.id untuk berkonsultasi. Kami sangat terbuka akan kebutuhan Anda untuk memiliki rumah di usia yang masih muda. Tunjukkan eksistensi Anda sebagai milenial dengan memiliki rumah idaman sendiri.

Baru Menikah? Lebih Baik Sewa Atau Beli Rumah Saja? Simak Pembahasannya

Baru Menikah? Lebih Baik Sewa Atau Beli Rumah Saja? Simak Pembahasannya

Selayaknya pasangan yang baru saja menikah pada umumnya, Anda dan pasangan tentu sangat ingin memiliki tempat tinggal yang nyaman tanpa harus menumpang di rumah orangtua. Tinggal terpisah dari orangtua tentu menjadi sebuah kesepakatan yang telah dibuat oleh Anda dan pasangan jauh-jauh hari. Akan tetapi, terkadang semua itu tak berjalan mulus, mengingat kebutuhan paska menikah yang banyak terkadang sulit bagi beberapa pasangan untuk hidup terpisah dari kedua orangtuanya.

Baru Saja Menikah Lebih Baik Sewa Atau Beli Rumah Saja Simak Pembahasannya

Sumber : unsplash

Memiliki rumah sendiri tentu menjadi PR yang cukup besar, mengingat banyaknya biaya yang harus disiapkan. Selain perihal dana, terkadang sulit bagi beberapa orang memiliki rumah yang letaknya strategis, khususnya bagi Anda dan pasangan yang masih berusia produktif. Misalnya saja, apakah rumah yang akan ditinggali lokasinya dekat dengan tempat Anda atau pasangan bekerja? Atau lokasinya dekat dengan fasilitas umum yang dibutuhkan seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga sekolah untuk anak anda berdua nantinya.

Membeli rumah tentu bukan perkara yang mudah, untuk itu ada alternatif lain yang bisa Anda berdua pilih yakni dengan menyewa tempat tinggal yang nyaman. Baik membeli ataupun menyewa tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Nah, sebagai bahan pertimbangan Anda mana yang sebaiknya dipilih? Berikut ini adalah pembahasannya, simak baik-baik di bawah ini.

Membeli rumah

Tentu setiap pasangan yang baru saja menikah tentu menginginkan memiliki rumah sendiri. Bahkan hampir 80 persen orang yang membeli rumah pertama kalinya adalah pasangan yang baru menikah. Meskipun demikian ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli rumah, antara lain:

1.      Rumah = investasi jangka panjang

Seperti yang kita tahu jika dari tahun ke tahun harga properti akan terus mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan kota dan pembangunan infrastruktur yang semakn maju dan membaik. Sehingga jika anda saat ini membeli rumah, maka suatu saat jika Anda dan pasangan hendak menjualnya maka nilai jual rumah anda akan jauh lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga bisa dikatakan, membeli rumah setelah menikah, sama halnya dengan berinvestasi jangka panjang pada sektor properti.

2.      Hak milik

Tentu rasanya akan lebih nyaman untuk tinggal di rumah yang memang milik anda sendiri. Sehingga anda bisa meninggali rumah tersebut dalam jangka waktu yang lama. Bukan hanya itu saja, rumah yang Anda beli saat ini bisa saja diwariskan kepada anak dan cucu nanti. Meskipun saat ini Anda dan pasangan dibebani dengan cicilan yang harus dibayar setiap bulan, namun jika angsuran tersebut berakhir keuntungan tersebut telah Anda miliki secara mutlak.

3.      Lokasi

Harga rumah tentu juga dipengaruhi oleh lokasinya, semakin dekat dengan tengah kota dan fasilitas umum maka rumah akan semakin mahal. Selain itu, luasan pada rumah di tengah kota cenderung lebih terbatas. Sedangkan, rumah di pinggir kota memiliki harga yang lebih terjangkau dan luas. Akan tetapi Anda harus menempuh perjalanan yang cukup jauh agar sampai di kantor.

Menyewa rumah

Menyewa rumah mungkin menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih jika Anda dan pasangan belum memiliki dana yang besar agar bisa membeli rumah sendiri. Adapun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki antara lain:

1.      Harga yang lebih terjangkau

Mungkin Anda dan pasangan masih dalam kondisi finansial yang belum stabil. Sehingga untuk mengeluarkan dana yang besar anda berdua harus berpikir berkali-kali apalagi umumnya pasangan muda cenderung mengalokasikan tabunganya untuk bulan madu dan pesta resepsi. Sehingga menyewa rumah adalah alternatif yang cocok bagi pasangan yang tetap ingin terpisah dari orangtua, karena biaya yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi.

2.      Lokasi

Pasangan muda yang baru saja menikah umumnya masih aktif bekerja dan merintis karir. Sehingga lokasi yang strategis menjadi bahan pertimbangan untuk memilih tempat tinggal. Dengan menyewa rumah tentu anda akan lebih bebas memilih lokasi yang dekat dengan kantor, bahkan jika harus dimutasi ke tempat lain anda dan pasangan tinggal mencari rumah sewa yang baru.

3.      Biaya perawatan

Terkadang biaya perawatan juga membutuhkan dana yang cukup besar, namun saat menyewa rumah Anda tak perlu takut karena jika ada kerusakan yang tak sengaja anda bisa menghubungi pemilik rumah agar diperbaiki. Namun hal ini tergantung perjanjian yang disepakati di awal ya.

Sebenarnya baik menyewa ataupun membeli, keduanya memiliki kelebihan dan kekuranganya. Apapun yang Anda pilih, pastikan tempat tinggal tersebut mencukupi kebutuhan Anda. Namun, yang menjadi catatan adalah pastikan agen properti yang dipilih untuk melakukan transaksi pembelian rumah merupakan agen properti yang terpercaya. Salah satunya adalah agen properti Fasindo yang telah terbukti selama 2 dekate menciptakan huniaan berkelas bagi kalangan kelas menengah. Lokasi yang Anda pilih sangat beragam, Anda bisa menemukan kami di kota Semarang, Salatiga, Cibinong, Jepara, dan Bali. Untuk konsultasi lebih lanjut bisa hubungi kami melalui fasindoproperty.co.id

Semoga tips di atas bermanfaat.