Posts

Bagaimana Seorang Karyawan Kontrak Atau Freelancer Sukses Mengajukan KPR?

Rumah merupakan salah satu aset yang bernilai cukup tinggi. Sehingga perlu dana, waktu, dan usaha yang besar untuk mendapatkannya. Untungnya, untuk mendapatkan sebuah rumah kita telah dimudahkan dengan adanya KPR. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) seakan menjadi solusi yang tepat bagi kita yang tak memiliki uang tabungan yang besar untuk membeli rumah secara tunai. KPR umumnya disediakan oleh pihak pengembang ataupun Bank. KPR bukan hanya tersedia di kota metropolitan saja, di kota dan kabupaten lain juga bisa ditemukan, seperti Semarang, Jepara, Cibinong, dan lain-lain.

Bagaimana Seorang Karyawan Kontrak Atau Freelancer Sukses Mengajukan KPR

Sumber : Freepik

Penggunaan KPR dalam pembelian rumah dianggap sebagai alteratif cerdas yang bisa dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari orangtua hingga anak muda, atau pekerja tempat, hingga karyawan kontrak ataupun freelancer. Bagi karyawan yang bekerja dengan sistem kontrak, rasanya memiliki rumah adalah hal yang cukup sulit. Mengingat jangka waktu mereka bekerja hanya terbatas beberapa tahun, apalagi jika anda masih memiliki tanggungan kebutuhan lain. Pasti rasanya semakin sulit untuk mendapatkan rumah impian. Sama halnya dengan Freelancer, yang pendapatannya tidak menentu, tergantung dari banyaknya projek yang diperoleh.

Mengingat hal di atas, tentu karyawan kontrak dan freelancer cenderung lebih sulit untuk mengajukkan KPR dibanding Karyawan tetap yang sudah bekerja lama di sebuah perusahaan. Meskipun demikian, bukan berarti kedua profesi tersebut tidak berkesempatan untuk mendapatkan rumah dengan skema KPR.

Lalu bagaimana cara mengajukan KPR bagi Freelancer/karyawan kontrak?

Seperti pengajuan kredit lainnya, mengajukan KPR ke bank ataupun pengembang bagi karyawan kontrak/freelancer tentu membutuhkan kesiapan yang matang. Agar pengajuan KPR anda tidak ditolak, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1.      Memiliki riwayat kredit yang bersih

Ingat umumnya pihak bank tidak akan menerima KPR dari nasabah yang memiliki riwayat kredit yang buruk. Untuk itu, jika anda masih memiliki hutang, sebaiknya segera lunasi dan jangan sampai ada keterlambatan dalam membayar setoran hutang. Meskipun sepele, namun riwayat kredit macet akan membuat nama anda ter-blacklist oleh pihak bank. Untuk itu sebelum mengajukan KPR, sebaiknya pastikan riwayat kredit anda bersih.

2.      Rasio hutang yang sesuai dan masuk akal

Meskipun riwayat kredit anda bersih, namun rasio hutang yang dimiliki terlalu besar maka pengajuan KPR juga akan ditolak. Ingat rasio hutang yang dimiliki maksimal 30-40% dari penghasilan setiap bulannya. Jika rasio melebihi nominal tersebut, maka hal ini sangat kecil kemampuan seseorang untuk membayar hutang yang baru dengan baik.

3.      Harga rumah yang dipilih tepat dan sesuai dengan kemampuan finansial

Meskipun KPR memudahkan kita untuk membeli rumah impian, akan tetapi ingatlah untuk tidak memaksakan diri untuk mengajukan permohonan KPR pada sebuah rumah yang harganya jauh dari kemampuan finansial anda. Sebab, pihak Bank/pengembang pasti akan menolak permintaan tersebut. Pilihlah rumah yang tepat dan tidak terlalu mahal. Artinya, usahakan jumlah pendapatan per bulan dapat membayar cicilan rumah, tanpa menimbulkan hutang baru atau tunggakan.

4.      Uang muka yang memadai

Besarnya uang muka yang diberikan menjadi bahan pertimbangan lain bagi pihak bank/pengembang dalam menerima pengajuan KPR. DP KPR biasanya sudah ditentukan sebelumnya. Akan lebih baik, jika anda membayar DP dengan jumlah yang melebihi nominal yang ditentukan sebelumnya. Hal ini akan menjadikan rasio hutang berkurang.

Demikian tips yang bisa anda terapkan saat ingin mengajukan KPR ke pihak Bank ataupun pengembang. Sebenarnya tidak masalah apapun pekerjaan yang sedang digeluti, asalkan kita menyiapkan dengan baik maka rumah impian pun bisa diperoleh.

Semoga informasi diatas bermanfaat. Apabila anda masih menyimpan pertanyaan atau berkeinginan memiliki rumah idaman di daerah Kota Semarang, kabupaten semarang Salatiga, Cibinong, Jepara, dan Bali. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi kami melalui fasindoproperty.co.id