Yuk Pelajari Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Agar Tidak Tertipu 

Dengan kondisi ekonomi saat ini banyak orang yang melakukan penjualan atas propertinya untuk mendapatkan dana segar yang akan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Tetapi tidak sedikit juga orang yang melakukan pembelian saat ini, karena harga properti yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga normal.

Yuk Pelajari Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Agar Tidak Tertipu 

Sumber: Unsplash

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan proses jual beli rumah agar selama prosesnya tidak terdapat kendala. Pemilihan pengembang, kondisi rumah, dana yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Tetapi yang paling penting untuk disiapkan adalah surat perjanjian kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Banyak yang belum paham atas surat perjanjian ini dan bagaimana cara membuatnya. Padahal surat ini paling penting ketika proses jual beli akan dilakukan. Karena hal tersebut artikel kali ini akan membahas mengenai jenis-jenis surat perjanjian yang digunakan ketika proses jual beli.

  1. Surat Perjanjian Kesepakatan

Adanya kesepakatan yang terjadi diantara perorangan ataupun perusahaan sebaiknya dituangkan kedalam sebuah perjanjian tertulis. Perjanjian tertulis ini akan menjadi bukti atas kesepakatan yang telah terjadi diantara kedua belah pihak.

Ketentuan akan adanya surat perjanjian ini diatur dalam KUHPerdata. Didalamnya terdapat aturan umun yang berlaku untuk semua perjanjian dan juga aturan khusus yang berlaku pada beberapa perjanjian tertentu.

Selain itu ada beberapa fungsi dari surat perjanjian yang dbuat.

  1. Menjamin para pihak yang melakukan perjanjian
  2. Untuk mengetahui hak dan kewajiban antara para pihak yang melakukan perjanjian
  3. Menghindari perselisihan antara para pihak yang melakukan perjanjian
  4. Mempermudah penyelesaian ketika ada masalah hukun yang berlaku

Terdapat banyak jenis surat perjanjian yang dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Contohnya adalah:

  • Perjanjian sewa menyewa
  • Perjanjian jual beli
  • Perjanjian hutang piutang
  • Perjanjian kerja
  • Dan lain-lain

Surat perjanjian ini juga dapat dilakukan secara bawah tangan, yaitu perjanjian yang dibuat tanpa dihadiri saksi dari pejabat pemerintah, atau autentic, yaitu perjanjian yang dibuat dan dihadiri oleh saksi yang berasal dari pejabat pemerintah.

  1. Surat Perjanjian Kesepakatan Properti

Saat ini sistem hukum di Indonesia melindungi seluruh transaksi dan sengketa atas properti, seperti penguasaan, penggunaan, pemanfaatan, pembagian, dan pengalihan properti. Karenanya Anda tidak perlu merasa khawatir ketika akan melakukan proses jual beli properti. Biasanya permasalah yang berhubungan dengan jual beli properti disebabkan karena banyak yang meremehkan ketentuan administrasi hukum dalam proses jual beli properti. Padahal surat tersebut sangat penting sebagai bukti adanya kesepakatan diantara kedua belah pihak.

Surat perjanjian kesepakatan properti berisi perjanjian dan kesepakatan antara penjual dan pembeli, dan juga hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Setelah surat perjanjian ini ditandatangani, kedua belah pihak terikat untuk memenuhi setiap kewajiban dan mendapatkan hak yang telah diatur didalam surat perjanjian. Jika terjadi pelanggaran atas perjanjian tersebut akan ada konsekuensi hukum yang di terima. Pihak yang merasa dirugikan berhak untuk mengajukan tuntutan terhadap pihak lawan, dan selanjutnya akan diselesaikan secara hukum.

  1. Hal yang Harus Ada Didalam Surat Perjanjian

Agar surat perjanjian tersebut memiliki kekuatan hukum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah:

  • Surat perjanjian dibuat tanpa paksaan dari siapapun
  • Surat perjanjian dibuat pada kertas segel atau kertas biasa yang dilengkapi dengan materai
  • Isi dari surat perjanjian dipahami dan disetujui kedua belah pihak
  • Isi dari surat perjanjian berdasarkan hukum, aturan kesusilaan, dan terikat akan kepentingan dan ketertiban umum
  • Objek dari surat perjanjian disebutkan dengan jelas
  • Penulisan identitas para pihak di tuliskan dengan jelas
  • Pihak yang saling bersepakat sudah dewasa, sadar, dan sehat secara kejiwaan
  • Isi surat perjanjian harus jelas dan terperinci, tidak bermakna ganda
  • Didalam surat perjanjian terdapat mekanisme penyelesaian jika terjadi sengketa
  • Terdapat tanda tangan dan nama lengkap para pihak

Surat perjanjian adalah salah satu bukti kongkrit dari sebuah transaksi, sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jika Anda ingin membeli rumah namun merasa kebingungan dengan permasalahan surat atau dokumen segera hubungi kami. Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

 

Meskipun Dibayar Secara Kredit, Secara KPR Juga Perlu Persiapan Matang

Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan untuk membeli rumah impian. Jika memiliki uang tunai dalam jumlah yang besar, Anda dapat membeli rumah secara tunai. Pembelian rumah secara tunai jauh lebih murah jika dibandingkan pembelian rumah secara KPR. Selain itu banyak juga potongan harga ataupun diskon tambahan yang diberikan.

Meskipun Dibayar Secara Kredit, Secara KPR Juga Perlu Persiapan Matang

Sumber: Unsplash

Jika memiliki dana terbatas, Anda tetap dapat memiliki rumah impian. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan mengikuti program KPR, Anda hanya membutuhkan dana yang lebih sedikit untuk membeli rumah. Dana tersebut hanya akan digunakan sebagai uang muka. Sisanya akan dilakukan cicilan yang akan di bayarkan setiap bulannya.

Meskipun demikian ada beberapa tips yang harus dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah secara KPR:

  1. Pahami Keuangan Pribadi

Sebelum memutuskan untuk mengajukan cicilan KPR, sebaiknya diperkirakan terlebih dahulu  kemampuan keuangan Anda untuk membayar cicilan rumah. Apakah kondisi keuangan Anda saat ini layak dan mampu untuk melakukan cicilan rumah. Kemampuan ini dapat Anda hitung dengan cara membandingkan rasio hutang dengan aset yang dimiliki. Nilai ideal dari rasio tersebut dibawah 50 persen. Jika nilai yang didapatkan lebih dari 50 persen, berarti nilai hutang Anda saat ini sudah melebihi nilai aset yang dimiliki. Anda harus memperbaiki nilai rasio ini terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR. Karena jika memaksakan untuk tetap mengajukan KPR, kemungkinan besar Anda tidak akan mempu menyelesaikan pembayaran cicilan dikemudian hari.

  1. Persiapkan Dana Darurat

Anda harus mempersiapkan dana darurat sebelum mengajukan KPR. Idealnya dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak tanggungan yang harus dibayarkan, semakin besar pula kebutuhan dana darurat yang harus disiapkan. Dana ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan yang tiba-tiba datang, sehingga tidak akan mengganggu pembayaran cicilan Anda.

  1. Investasikan Dana Untuk Uang Muka

Ada baiknya untuk mengetahui secara pasti kapan Anda akan membeli rumah. Hal ini untuk mempermudah Anda untuk menyiapkan uang muka dan biaya lain yang dibutuhkan. Anda dapat menyiapkan dana yang dibutuhkan kedalam tabungan khusus untuk pembelian rumah. Tabungan ini lebih aman untuk digunakan, meskipun nilainya cenderung tetap, karena bunga tabungan yang kecil. Persiapkan dana yang dibutuhkan, sehingga ketika akan melakukan pembayaran, dana sudah tersedia.

  1. Cicilan Tidak Lebih Dari 35% Penghasilan

Beberapa bank biasanya memberikan beberapa pengecualian untuk menyetujui pengajuan KPR dengan cicilan sampai 50 persen dari penghasilan bulanan. Tetapi pembayaran cicilan yang sangat besar akan membuat Anda kesulitan untuk membayarkan. Bisa jadi alokasi dana Anda untuk kebutuhan yang lain akhirnya terpakai untuk melunasi cicilan KPR. Oleh karena itu hendaknya cicilan KPR tidak lebih dari 35 persen pendapatan bulanan. Agar tidak mengganggu kebutuhan yang lain.

  1. Memiliki Asuransi Jiwa

Mencicil rumah dengan sistem KPR memiliki jangka waktu yang lama, 5 sampai 25 tahun. Didalam jangka waktu tersebut banyak kejadian yang bisa terjadi, salah satunya adalah kematian. Kematian pada orang yang sedang mencicil rumah KPR akan meninggalkan hutang cicilan kepada keluarga yang ditinggalkan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya Anda memiliki asuransi jiwa. Asuransi ini biasanya sudah ditawarkan bersamaan ketika pengajuan KPR. Tetapi ada juga yang membebaskan debitur untuk memilih asuransi lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Asuransi jiwa ini sangat bermanfaat, tidak hanya melunasi warisan hutang debitur ketika meninggal dunia, tetapi juga sebagai tambahan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan.

  1. Tidak Terburu-buru Melunasi Cicilan

Ketika mengambil kredit secara KPR, Anda akan dijelaskan mengenai keuntungan dan juga resiko yang mungkin terjadi, seperti pinalti ketika dilakukan pelunasan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu ketika memiliki uang lebih yang dapat digunakan untuk pelunasan rumah, lebih baik Anda menghitung terlebih dahulu besarnya pinalti yang mungkin terjadi. Jangan sampai pelunasan yang dipercepat justru akan merugikan Anda.

Ke enam tips tersebut dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengajukan cicilan KPR, sehingga tidak menimbulkan kesulitan melunasi cicilan dikemudian hari. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

Saat Merasa Kurang Nyaman Dengan Lingkungan Tempat Tinggal, Berikut Cara Mengatasinya

Rumah adalah suatu bangunan yang dapat dijadikan tempat tinggal dan juga memberikan rasa aman dan nyaman. Rasa aman dan nyaman yang tercipta, tidak hanya berasal dari dalam rumah saja, tetapi juga dengan lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang baik akan membuat Anda merasa betah untuk tinggal.

Saat Merasa Kurang Nyaman Dengan Lingkungan Tempat Tinggal, Berikut Cara Mengatasinya

Sumber: Unsplash

Oleh karena itu, ketika akan memutuskan untuk membeli sebuah rumah, tidak hanya bentuk bangunan saja yang harus dipertimbangkan dengan matang, tetapi juga lingkungan sekitar rumah. Karena terkadang meskipun bangunan rumah bagus dan nyaman, tetapi lingkungan disekitarnya tidak terlalu baik akan membuat Anda menjadi tidak betah dirumah.

Untuk menciptakan lingkungan sekitar rumah yang nyaman terkadang Anda perlu memulainya terlebih dahulu. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan ketika lingkungan di sekitar rumah tidak membuat Anda nyaman.

1.            Mengumpulkan Informasi Sebelumnya

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai lingkungan sekitar dari rumah yang diinginkan. Dengan demikian Anda akan mengetahui seperti apa lingkungan yang akan ditempati nantinya. Jika tidak suka dengan suara yang bising, jangan pindah ke rumah yang berada di pinggir jalan. Tetapi pilih rumah yang berada dilingkungan yang tidak ramai.

2.            Memperkenalkan diri

Ketika akan menempati rumah yang baru, jangan lupa untuk memperkenalkan diri kepada tetangga sekitar. Anda dapat membuat undangan acara syukuran rumah baru dan mengundang tetangga sekitar untuk datang, ataupun mendatangi satu per satu rumah tetangga secara langsung untuk berkenalan. Dengan demikian tetangga sekitar akan mengetahui siapa Anda dan juga menjalin hubungan yang baik di kemudian hari.

3.            Berempati

Cobalah untuk berempati terhadap kejadian yang berhubungan dengan tetangga sekitar rumah. Contohnya ketika melakukan renovasi rumah yang menimbulkan kebisingan. Kunjungi tetangga dan sampaikan permohonan maaf atas kebisingan yang terjadi.

Begitu pula sebaliknya, ketika merasa terganggu atas kegiatan yang dilakukan tetangga, Anda dapat memberikan teguran langsung tetapi dengan cara yang sopan dan halus, sehingga tidak menyakiti perasaan mereka.

4.            Pahami Peraturan yang Berlaku

Ketika masuk kedalam lingkungan yang baru, Anda harus melakukan penyesuaian dengan cepat terhadap lingkungan yang baru. Setiap tempat biasanya memiliki peraturan tertentu yang harus dijalankan oleh seluruh penghuni. Contohnya adalah pembayaran uang iuran warga, yang berhubungan dengan sampah, ataupun hal yang lainnya. Dengan mengetahui berbagai hal tersebut Anda akan berpartisipasi terhadap lingkungan sekitar, yang secara tidak langsung akan membuat Anda menjadi bagian dari komunitas perumahan tersebut.

5.            Saling Tolong Menolong

Tetangga adalah keluarga terdekat Anda. Oleh karena itu usahakan untuk selalu menjalin hubungan baik dengan saling tolong menolong. Jangan ragu untuk menawarkan bantuan pada tetangga yang kesusahan. Karena kelak ketika terjadi kesusahan, mereka adalah orang pertama yang akan memberikan bantuan.

6.            Menyelesaikan Masalah Secara Kekeluargaan

Jika terjadi masalah yang tidak dapat dihindari, ada baiknya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Apabila masih belum juga terselesaikan, Anda dapat meminta bantuan dari pihak ketiga untuk melakukan mediasi. Dengan melakukan hal tersebut akan tercipta solusi yang tepat. Sehingga kedua belah pihak akan merasa tidak dirugikan.

Lingkungan rumah merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kenyamanan. Untuk itu kita perlu membangun hubungan baik yang terjalin diantara tetangga sekitar. Selain itu, kita juga harus pandai-pandai dalam memilih lingkungan rumah yang tepat, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati untuk menciptakan kenyamanan dalam rumah. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

Bagaimana Perkembangan Sektor Properti, Ketika Mengalami Resesi Ekonomi?

Pandemi Covid 19 yang sampai dengan saat ini masih terjadi dan semakin meluas, membuat banyak negara masuk kedalam resesi ekonomi. Tidak hanya negara-negara Asia, tetapi juga negara-negara Eropa sampai Amerika, hampir semuanya terkena resesi. Keadaan saat ini mengingatkan kita kepada resesi dunia yang terjadi pada tahun 1930. Kejadian itu selalu diingat dengan nama Great Depression. Bursa saham Amerika jatuh, banyak perusahaan tutup, pengangguran meningkat, bahkan hingga terjadi kelaparan di berbagai daerah.

Bagaimana Perkembangan Sektor Properti, Ketika Mengalami Resesi Ekonomi?

Sumber: Unsplash

Resesi merupakan kondisi melemahnya perekonomian di suatu negara. Umumnya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang minus selama enam bulan berturut-turut. Dan saat ini Indonesia sudah masuk kedalam tahap resesi. Dalam kondisi yang normal, biasanya perdagangan berjalan dengan lancar membuat ekonomi mengalami pertumbuhan. Banyak perusahaan yang membuka lapangan kerja dan juga menyumbang pajak kepada negara, sehingga kehidupan ekonomi berjalan dengan lancar.

Hal ini berbeda ketika pandemi terjadi. Banyaknya pembatasan keluar masuk barang, jam kerja, dan juga pembatasan lainnya, membuat banyak perusahaan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Akibatnya banyak perusahaan yang tutup, banyak orang yang menganggur, mengakibatkan berkurangnya daya beli masyarakat. Sehingga perekonomian menjadi tidak berkembang dan semakin melemah dari hari ke hari.

Keadaan yang semakin memburuk setiap harinya akan berpengaruh terhadap perkembangan sektor properti. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan, secara tidak langsung sangat berpengaruh terhadap penjualan properti. Seseorang yang tidak bekerja tentu saja tidak dapat mengajukan KPR untuk membeli rumah. Sedangkan orang-orang yang masih memiliki uang lebih banyak untuk menunda membeli properti sampai keadaan membaik. Umumnya orang-orang akan memprioritaskan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Penjualan properti yang banyak terjadi berada di penjualan level menengah. Hal ini terjadi karena selama masa pandemi banyak pelanggan yang berasal dari di level bawah yang beralih untuk membeli properti pada kelas menengah.

Rumah yang dibeli oleh masyarakat adalah rumah yang siap huni atau dapat langsung ditempati. Begitu juga dengan fasilitas yang disediakan, tambahan fasilitas tentu saja menarik banyak orang untuk membeli properti. Dengan adanya perubahan pola kerja yang saat ini beralih menjadi Work From Home (WFH), membuat banyak developer memutar otak untuk menarik pembeli. Salah satunya adalah dengan memberikan layanan tambahan berupa pemasangan internet di setiap rumah yang dibangun.

Cara lain yang digunakan adalah memberikan kemudahan untuk calon pembeli ketika mengurus administrasi yang berhubungan dengan pembelian rumah. Untuk menyediakan layanan ini, developer melakukan banyak kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah bank. Adanya kolaborasi dengan berbagai pihak membuat proses pembelian rumah dapat dilakukan dengan lebih mudah. Karena kemudahan yang diberikan ini lah yang mengakibatkan banyak calon pembeli merasa tertarik dan akhirnya memutuskan untuk membeli rumah dari developer.

Selain itu, mulai banyak pengembang yang mulai gencar untuk melakukan pemasaran properti secara digital. Semua proses pemasaran, mulai dari pengisian aplikasi, survei, dan juga pemilihan properti bisa dilakukan langsung secara online melalui berbagai media sosial. Akibatnya tidak sedikit pengembang properti yang justru mendapatkan banyak keuntungan meskipun di tengah pandemi yang terjadi. pengembang yang jeli melihat potensi dan juga mau berubahlah yang akan mendapatkan banyak keuntungan meskipun resesi terjadi.

Demikian informasi yang bisa kita bahas bersama, resesi ekonomi terkadang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, akan tetapi ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

Apa Perbedaan KPR Rumah Baru Dan Rumah Second?

Saat ini semakin banyak cara untuk dapat memiliki sebuah rumah impian. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Sistem ini dianggap sebagai cara yang paling mudah untuk dapat memiliki rumah impian. Karena Anda tidak perlu menyediakan uang dengan jumlah yang sangat besar ketika akan membeli rumah. Biaya pembelian rumah dapat dicicil dalam kurun waktu tertentu, sehingga menjadi lebih ringan.

Apa Perbedaan KPR Rumah Baru Dan Rumah Second?

Sumber : Unsplash

KPR ini tidak saja digunakan untuk membeli rumah baru, tetapi juga dapat digunakan ketika akan membeli rumah bekas. Hanya saja ada beberapa perbedaan antara proses pembelian rumah baru dengan rumah bekas. Berikut penjelasannya:

Syarat KPR Rumah Baru

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika akan mengajukan KPR. Syarat-syarat tersebut adalah:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Usia minimum 21 tahun atau sudah menikah. Dan memiliki batas maksimum usia 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta ketika cicilan lunas.
  3. Menyiapkan dokumen administrasi, seperti:
  4. Fotokopi KTP, KK, dan Surat Nikah
  5. Fotokopi rekening koran selama 3 bulan terakhir
  6. Slip gaji bagi karyawan, laporan keuangan bagi pengusaha
  7. Surat Keterangan Kerja bagi karyawan, surat keterangan usaha (SIUP) bagi pengusaha
  8. Pas foto
  9. Dokumen sertifikat rumah yang akan digunakan sebagai jaminan

KPR dapat diajukan ke berbagai bank yang menyediakan program ini. Mulai dari bank swasta sampai bank pemerintah menyediakan program KPR. Anda dapat mencari informasi terlebih dahulu bank mana yang memberikan penawaran dan bunga yang lebih rendah sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman. Biasanya beberapa bank akan memberikan penawaran-penawaran menarik, seperti diskon ataupun hadiah jika mengajukan KPR pada bank tersebut.

Syarat KPR Rumah Bekas

Tidak hanya rumah baru, KPR juga dapat digunakan untuk membeli rumah bekas. Tetapi memang tidak semua bank memiliki program tersebut. Oleh karena itu jika Anda ingin mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas, cari tahu terlebih dahulu bank yang mengadakan program tersebut.

Pada dasarnya proses pengajuan pembelian rumah bekas tidak jauh berbeda dengan pengajuan pembelian rumah baru. Hanya ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelumnya sebelum mengajukan pembelian secara KPR di bank. Langkah tersebut adalah:

1.                  Memilih Rumah dan Negosiasi

Pilihlah rumah bekas yang Anda inginkan, lalu lakukan negosiasi dengan pemilik rumah. Biasanya pemilik rumah akan memberikan potongan harga jika Anda pintar bernegosiasi. Hal ini cukup penting, karena bank hanya akan membiayai 80 persen dari total harga jual, sisanya harus Anda lunasi secara langsung kepada pemilik rumah. Jika potongan harga yang diberikan sangat banyak, tentu saya itu sangat menguntungkan Anda.

Jika harga sudah disepakati, buatlah surat kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai harga yang telah disepakati. Surat ini digunakan sebagai lampiran ketika akan mengajukan KPR ke bank.

2.                  Mengajukan ke Bank

Setelah kesepakatan dengan pemilik rumah terjadi, Anda dapat mengajukan KPR ke bank dengan membawa semua dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, surat nikah, fotokopi rekening koran, slip gaji, surat keterangan kerja, dan pas foto. Selain semua persyaratan tadi, Anda juga harus membawa copy IMB (Izin Mendirikan Bangunan), sertifikat bangunan, bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), dan surat kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

3.                  Appraisal

Tahapan ini adalah proses survei dan juga proses menaksir nilai properti yang diajukan. Semua proses ini dilakukan oleh bank.

4.                  Penerbitan SPK

Setelah disetujui, bank akan memberikan Surat Perjanjian Kredit (SPK) yang didalamnya berisi rincian biaya kredit, bunga, pinalti, dan lain sebagainya. Anda harus membaca surat ini dengan baik karena semua biaya yang akan Anda bayarkan dijelaskan didalam surat ini.

5.                  Akad

Setelah SPK selesai, Anda harus melunasi biaya yang muncul selama proses pengajuan KPR, seperti biaya administrasi, asuransi, pajak, dan juga biaya notaris. Setelah semuanya selesai, akad akan dilakukan dihadapan notaris. Notaris akan membacakan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Setelah itu, kunci rumah akan diserahkan kepada Anda.

Setelah mengetahui perbedaan pengajuan KPR untuk rumah baru dan rumah bekas, Anda tidak perlu khawatir lagi ketika akan mengajukan KPR. Anda dapat mempersiapkan semua persyaratannya terlebih dahulu, sehingga proses pengajuan dapat berjalan dengan lebih cepat dan lebih baik. Fasindo Property menyediakan berbagai pilihan rumah untuk ditinggali, baik rumah baru maupun informasi rumah bekas. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

 

Membantu Anak Sekolah Online Di Rumah Dengan Menciptakan Ruang Belajar Yang Nyaman

Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih belum juga selesai. Justru terdapat kenaikan jumlah pasien positif dan juga meninggal dunia. Karena hal tersebut maka pemerintah masih tetap mengadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di semua daerah. Setiap kegiatan harus dilakukan dari rumah, seperti bekerja dan juga sekolah.

Selama pandemi terjadi sekolah ditutup dan semua proses pembelajaran dilakukan secara online dari rumah masing-masing. Belajar dari rumah tentunya berbeda dengan belajar langsung secara tatap muka di sekolah. Suasana sekolah, ruang kelas, dan juga teman-teman, membuat anak-anak lebih senang belajar dari sekolah. Oleh karena itu orang tua harus membuat suasana yang nyaman di rumah untuk membuat anak-anak tetap semangat selama sekolah dilakukan secara online.

Membantu Anak Sekolah Online Di Rumah Dengan Menciptakan Ruang Belajar Yang Nyaman

Sumber: Unsplash

Kondisi ruang belajar yang baik, dapat berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi anak. Selain itu tata ruang yang nyaman akan membuat anak menjadi semangat dan juga rileks ketika belajar. Orang tua dapat menciptakan semua itu dirumah dengan beberapa panduan sebagai berikut:

1.            Disesuaikan dengan kebutuhan anak

Setiap anak memiliki proses yang berbeda ketika belajar. Ada yang senang belajar suasana yang sepi dan teratur, ada juga anak yang senang belajar dengan suasana yang ramai. Karena itu siapkan ruangan sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Untuk anak yang senang dengan suasana yang sepi, siapkan ruangan belajar yang tidak sering dilalui orang lain, contohnya menjadi satu dengan kamar tidur. Tetapi jika anak senang belajar sambil berinteraksi dengan orang lain, maka ruang belajar bisa disiapkan di dekat ruang keluarga.

2.            Ruangan yang tidak terlalu santai

Ruangan yang nyaman, akan membuat anak menjadi lebih senang untuk belajar dengan waktu yang lebih lama. Tetapi jangan menyediakan ruangan yang terlalu santai. Karena bukannya belajar, anak malah terlalu santai dan tidak menyelesaikan tugas yang harus dibuat. Contohnya ketika anak senang belajar di atas tempat tidur. Memang nyaman untuk anak, tetapi terkadang anak akan ketiduran dan justru tidak belajar dengan baik.

3.            Buat ruang belajar yang ergonomis

Selain tata letak yang nyaman, posisi belajar anak juga harus dibuat senyaman mungkin. Caranya adalah dengan membuat ruang belajar yang ergonomis, khususnya meja dan kursi belajar yang digunakan. Dengan peralatan yang ergonomis, meskipun belajar dalam jangka waktu yang panjang, anak tidak akan merasa kelelahan.

Idealnya tinggi meja belajar setara dengan pinggang mereka. Pastikan juga ketika meletakan siku diatas meja, pundak tidak terangkat. Ketika duduk dikursi, anak dapat meletakkan kakinya rata dilantai. Jika anak menggunakan komputer, pastikan posisi monitor sejauh 20-30 cm di depannya dan letaknya sejajar dengan mata anak.

4.            Pencahayaan dan sirkulasi udara

Pastikan pencahayaan di ruang belajar memiliki cahaya yang terang sehingga anak tidak lelah ketika membaca. Selain itu usahakan ruang belajar memiliki sirkulasi udara yang baik. Karena ketika menghirup udara yang segar dapat meningkatkan fungsi kinerja otak.

5.            Sediakan semua peralatan yang dibutuhkan

Agar proses belajar tidak terganggu karena kurangnya satu atau dua barang, sediakan semua peralatan yang dibutuhkan anak ketika proses belajar. Contohnya, kalender, kalkulator, gunting, penggaris, dan lain sebagainya. Buat lemari khusus yang dapat digunakan untuk menyimpan semua peralatan tersebut. Minta anak untuk selalu mengembalikan peralatan yang telah digunakan ke tempat seharusnya. Hal ini untuk melatih tanggung jawab dan juga agar peralatan selalu tertata dengan rapi. Ruangan yang rapi akan membuat anak merasa nyaman ketika belajar.

6.            Dekorasi ruangan

Meskipun digunakan untuk belajar, ruangan ini juga butuh diberikan sentuhan dekorasi agar lebih menarik. Ajak anak untuk mendekorasi ruang belajar bersama-sama. Anda dapat memberi poster, gambar, ataupun hiasan yang anak suka. Meskipun di ruang belajar anak tetap dapat menikmati ruang belajarnya.

Dengan memiliki ruang belajar yang nyaman, anak akan tetap semangat meskipun belajar dari rumah. Selain itu kreativitas dan juga produktifitas anak akan meningkat. Kami menyediakan tipe rumah yang nyaman untuk anak Anda belajar dari rumah. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

 

Jangan Membeli Rumah dulu, Pahami 4 Hal yang menjadi Bahan Pertimbangannya

Banyaknya kemudahan yang diberikan untuk memiliki rumah impian, terkadang justru membuat Anda kesulitan untuk memilih. Pilihan harga tanah, bentuk rumah, kemudahan proses pembangunan, bahkan legalitas dari bangunan itu menjadi pertimbangan ketika akan membangun sebuah rumah impian.

Jangan Membeli Rumah dulu, Pahami 4 Hal yang menjadi Bahan Pertimbangannya

Sumber: Unsplash

Proses yang panjang dalam memiliki rumah impian harus memiliki pondasi yang kuat, sehingga sebelum memutuskan pilihan-pilihan tadi, ada beberapa pilihan dasar yang harus Anda putuskan terlebih dahulu. Pilihan-pilihan ini dapat digunakan sebagai strategi untuk mewujudkan rumah impian. Semua pertimbangan ini harus dipikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan:

  1. Persiapan Keuangan

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, Anda perlu memikirkan biaya yang akan ditimbulkan selama proses mewujudkan rumah impian. Biaya pembangunan rumah, biaya tukang, biaya material, dan biaya lainnya. Jika membeli rumah secara KPR selain biaya bangunan rumah, harus dihitung juga biaya lainnya yang pasti muncul. Seperti biaya notaris, biaya pajak, biaya provisi, dan lain sebagainya.

Pembelian rumah dengan cara apapun, besar dan kecilnya rumah yang akan dimiliki, semuanya akan menimbulkan pengeluaran tambahan. Akan lebih baik jika sudah dilakukan persiapan sebelumnya, seperti membuat tabungan khusus untuk membeli rumah. Sisihkan dana setiap bulan dan masukkan kedalam tabungan itu. Sehingga ketika waktunya tiba untuk membeli rumah, biaya sudah terkumpul. Jika kurang pun jumlahnya pasti tidak banyak, tidak sebesar jika Anda belum mengumpulkan apapun.

  1. Memilih Rumah Baru atau Rumah Bekas

Tidak ada yang salah dalam pemilihan rumah baru ataupun bekas. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semuanya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan Anda. Bahkan jika dananya masih belum cukup, keputusan untuk mengontrak rumah sementara dapat dipertimbangkan. Selama mengontrak rumah, usahakan tetap menyisihkan uang untuk rencana pembelian rumah impian. Selama mengontrak Anda dapat mencicil pembelian kebutuhan rumah satu persatu. Sehingga tanpa Anda sadari semua kebutuhan rumah sudah Anda miliki ketika rumah impian mampu terbeli.

  1. Membangun Secara Bertahap

Banyak pilihan untuk memiliki sebuah rumah idaman. Jika tidak sanggup membeli secara tunai dan tidak ingin mengambil KPR, Anda dapat membangun rumah impain dengan cara membangun secara bertahap. Sistem ini saat ini dikenal dengan  membangun rumah tumbuh. Pembangunan rumah jenis ini disesuaikan sepenuhnya terhadap kebutuhan dan dana yang dimiliki oleh pemilik rumah.  Anda dapat membeli tanah terlebih dahulu. Kemudian membangun rumah sederhana dengan kebutuhan ruangan terbatas saat dana yang dibutuhkan terkumpul. Selama prosesnya Anda tetap dapat mengumpulkan uang tambahan. Ketika uang sudah mencukupi, pembangunan rumah dapat dilanjutkan kembali. Begitu seterusnya sampai rumah impian Anda dapat terwujud.

  1. Membeli Tunai Atau Kredit

Ketika akan membangun rumah Anda juga harus menentukan jenis pembayaran yang mampu dilakukan. Jika ada dana berlebih atau dana yang disiapkan jauh-jauh hari sudah mencukupi, maka pembelian rumah secara tunai dapat dilakukan. Tetapi jika keuangan yang Anda miliki terbatas, tidak ada salahnya Anda membeli rumah dengan cara kredit dengan menggunakan KPR. Banyak kemudahan yang bisa didapatkan jika membeli rumah secara KPR, salah satunya adalah pembayaran yang lebih ringan. Anda cukup menyediakan sejumlah uang yang tidak terlalu banyak untuk digunakan sebagai uang muka, sisanya dapat dicicil dengan jangka waktu yang sangat panjang.

Pertimbangan dasar ini digunakan sebagai pondasi Anda untuk membuat atau membeli sebuah rumah. Dengan pilihan dasar yang sudah dipahami dan dipertimbangkan dengan matang, kelanjutan pembangunan rumah dapat berjalan dengan baik. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

 

Ingin Renovasi Rumah Tapi Takut Over Budget? Simak Hal Yang Harus Dipersiapkan

Rumah yang sudah lama ditempati terkadang menimbulkan beberapa kerusakan pada beberapa bagian rumah. Awal muncul kerusakan mungkin tidak terlihat dengan jelas. Tetapi jika dibiarkan maka kerusakan akan menjadi parah dan meluas ke bagian yang lain.

Ingin Renovasi Rumah Tapi Takut Over Budget? Simak Hal Yang Harus Dipersiapkan

Sumber: Unsplash

Kerusakan yang sudah melebar dan semakin parah tentu membutuhkan banyak perbaikan. Tidak jarang perbaikan harus dilakukan secara besar-besaran, dan akhirnya dilakukan renovasi keseluruhan pada bagian tertentu dari rumah.

Selain itu proses renovasi juga dapat dilakukan ketika membeli rumah dengan kondisi baru. Renovasi dilakukan dengan tujuan untuk menambahkan beberapa fasilitas tambahan, ataupun ingin mempercantik ruangan yang sebelumnya kurang menarik. Sehingga rumah lebih nyaman ketika ditinggali.

Proses renovasi tidak dapat dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Banyak kekhawatiran yang muncul ketika akan melakukan renovasi. Salah satunya adalah faktor biaya.  Yang sering terjadi ketika melakukan renovasi adalah biaya yang dikeluarkan akan melebihi budget yang sudah disediakan.

Agar kondisi keuangan Anda tidak membengkak ketika melakukan renovasi, simak beberapa tips dibawah ini:

1.            Riset Terlebih Dahulu

Ada baiknya untuk melakukan beberapa riset yang terkait dengan renovasi yang akan dilakukan. Seperti harga material, banyaknya material yang dibutuhkan, biaya tukang, ataupun hal yang lainnya. Jika perlu, Anda dapat meminta rekomendasi dari orang-orang terdekat yang sudah pernah melakukan renovasi sebelumnya. Tujuan dari diadakannya riset ini, agar Anda dapat memperkirakan berapa dana yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi. Selain itu Anda juga dapat mengetahui harga yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik yang dapat Anda gunakan ketika renovasi nantinya.

2.            Buat Perjanjian

Anda dapat membuat perjanjian dengan tukang bangunan sebelum melakukan renovasi. Perjanjian itu dapat berisi tentang waktu pengerjaan dan juga biaya yang dibayarkan untuk mengerjakan renovasi. Tukang bangunan yang memiliki banyak pengalaman pasti sudah dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan renovasi yang diminta. Yang sering terjadi adalah waktu pengerjaan yang molor sehingga membuat biaya menjadi membengkak.

3.            Tentukan Bagian yang Direnovasi

Tentukan secara rinci bagian rumah yang akan di renovasi. Jangan sampai Anda melakukan renovasi pada bagian rumah yang sebenarnya belum perlu dilakukan renovasi. Selain menghabiskan banyak waktu, pengerjaan ini akan menghabiskan banyak biaya. Detailkan semua yang perlu dilakukan ketika renovasi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak diperlukan karena proses renovasi hanya difokuskan pada bagian yang harus di renovasi saja.

4.            Siapkan Anggaran

Sebelum melakukan renovasi, siapkan terlebih dahulu anggaran khusus yang akan digunakan untuk proses renovasi. Sediakan dana lebih banyak daripada anggaran yang telah diperhitungkan sebelumnya. Sehingga Anda tidak akan kehabisan dana ketika proses renovasi berjalan. Proses renovasi yang berhenti sebelum selesai dikerjakan akan membuat rumah menjadi tidak nyaman untuk ditempati.

5.            Gunakan Material yang Masih Bisa Digunakan

Ketika melakukan renovasi terkadang masih ada material yang masih bisa digunakan kembali. Untuk menghemat uang Anda dapat menggunakan material lama tersebut untuk digunakan kembali kedalam proses renovasi. Hal ini bisa dilakukan asalkan material masih dalam kondisi yang baik dan memiliki struktur yang kuat.

Begitu juga halnya dengan furniture yang akan digunakan. Anda dapat menggunakan furniture lama yang masih memiliki kondisi yang baik. Jika tampilan furniture tidak sesuai dengan tampilan hasil renovasi yang baru, Anda dapat melakukan re-painting ataupun re-design sehingga tampilannya nanti akan seperti baru lagi

Melakukan renovasi rumah memang harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan persiapan yang matang untuk menghindari besarnya biaya tambahan yang mungkin muncul. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait bagaimana mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan Anda, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

Ingin Proses Pindah Rumah Barjalan Dengan Lancar? Simak Tipsnya

Memiliki rumah idaman untuk ditinggali merupakan impian setiap orang. Rumah yang baru seperti harapan yang baru dalam hidup kita. Dengan memiliki rumah yang baru, Anda juga akan memiliki tanggung jawab yang baru.

Ingin Proses Pindah Rumah Barjalan Dengan Lancar? Simak Tipsnya

Sumber: Unsplash

Setelah selesai melakukan pembelian rumah, tahap selanjutnya adalah proses pindah rumah. Proses ini tidak dapat dilakukan begitu saja karena banyak aspek yang harus diperhatikan, seperti banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pindah rumah. Adapun persiapan lainnya yang harus diperhatikan adalah:

  1. Menyiapkan budget tambahan 

Budget ini digunakan untuk membeli berbagai barang yang Anda butuhkan di rumah yang baru. Terkadang ketika proses membeli rumah, Anda hanya berfokus untuk mengumpalkan dana yang akan digunakan untuk membayar pelunasan rumah saja. Tetapi seringkali Anda lupa untuk menyiapkan budget tambahan untuk membeli barang yang akan digunakan untuk mengisi semua kebutuhan rumah. Jangan sampai ketika waktunya pindah rumah, rumah baru masih kosong dan tidak ada isi sama sekali karena tidak ada dana yang disiapkan.

  1. Pilih barang

Pilihkan barang yang akan Anda bawa ke rumah baru. Pilih barang yang benar-benar dibutuhkan dan akan digunakan di rumah yang baru. Jangan bawa barang yang tidak akan Anda gunakan lagi di rumah baru. Karena selain akan menambah biaya pindahan, barang tersebut akan menghabisakan banyak tempat di rumah baru. Padahal barang tersebut tidak berguna sama sekali.

Setelah barang dikumpulkan, masukkan barang kedalam dus sesuai dengan kelompokkan sesuai dengan tempatnya masing-masing. Hal ini akan memudahkan Anda ketika melakukan pembongkaran dirumah baru nantinya.

Untuk barang lama yang tidak akan Anda gunakan lagi di rumah baru, ada baiknya Anda sumbangkan kepada orang lain yang membutuhkan. Selain tidak membebani, Anda juga dapat membantu orang lain yang sedang membutuhkan barang tersebut.

  1. Berkenalan dengan lingkungan sekitar

Sebelum memutuskan untuk pindah, sebaiknya Anda berkenalan terlebih dahulu dengan tetangga disekitar rumah. Bangun relasi yang baik dengan lingkungan sekitar. Ketahui lokasi tempat-tempat penting disekitar rumah, seperti kantor polisi, pasar, bank, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui hal tersebut Anda akan lebih nyaman ketika berada dirumah yang baru.

  1. Buat Catatan Khusus

Sebelum memindahkan barang, buat catatan khusus yang digunakan untuk mencatat semua barang yang akan diangkut dan juga dibutuhkan dirumah yang baru. Contohnya, peralatan masak pada dus 3 akan ditaruh di dapur, pot bunga akan ditaruh disamping kulkas, dan lain sebagainya. Sehingga ketika barang akan dibongkar, barang sudah diarahkan ditempat yang diinginkan. Pembongkaran barang akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

  1. Menghitung Biaya Pindahan

Pindah rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu buatlah perhitungan dengan matang agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Hitunglah biaya transportasi, biaya pembersihan rumah, dan juga biaya lainnya yang sekiranya akan dibutuhkan ketika proses pindahan dilakukan. Jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

  1. Ambil Cuti Dari Kantor

Pindahan rumah membutuhkan waktu yang tidaklah sebentar. Agar seluruh proses pindahan dapat selesai dengan baik sampai dengan nyaman untuk ditempati, dibutuhkan waktu lebih dari satu hari. Oleh karena itu gunakan waktu libur ketika proses pindahan, atau lebih baik lagi jika meminta izin untuk mengambil hari cuti dari kantor. Dengan waktu yang leluasa, Anda dapat melakukan pindahan rumah dengan tenang.

Proses pindahan berjalan dengan lebih mudah dan terarah jika disiapkan dengan baik, Sehingga anda menjadi lebih nyaman untuk tinggal di rumah baru. Jika anda berniat untuk membeli rumah baru yang nyaman dan tentram, Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.

 

8 Hal Wajib Untuk Diketahui Sebelum Membeli Rumah Dari Developer

Ada sekitar 13 juta orang di Indonesia yang membutuhkan rumah. Cara yang paling sering mereka gunakan adalah membeli rumah dari developer. Developer akan menyediakan rumah dengan berbagai kriteria. Sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk memilih rumah yang sesuai dengan keinginan.

8 Hal Wajib Untuk Diketahui Sebelum Membeli Rumah Dari Developer

Sumber: Unsplash

Ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli rumah dari developer, antara lain:

  1. Reputasi Developer

Utamakan reputasi dari developer rumah yang akan Anda bangun. Developer harus terpercaya dan juga memiliki beberapa ciri lain, seperti memiliki banyak proyek, sudah berbadan hukum, memiliki rumah contoh, dan melakukan beberapa kerjasama dengan pihak lain, khususnya bank.

  1. Sertifikat Atas Nama Developer

Pastikan ketika pembelian, sertifikat rumah masih atas nama developer yang bersangkutan, dan bukan nama pihka lain. Karena sertifikat atas nama developer berarti tanah yang sedang dibangun tersebut benar-benar milik developer dan bukan merupakan tanah sengketa.

  1. Jangan Bayar DP Sebelum KPR Disetujui

Pembelian rumah secara kredit membutuhkan waktu dan beberapa proses tambahan. Setelah pengajuan KPR, bank akan melakukan evaluasi kemampuan pembeli untuk membayar cicilan. Dalam proses ini dibutuhkan waktu tambahan untuk proses persetujuannya. Ketika waktu menunggu tersebut, jangan pernah membayarkan DP sebelum KPR benar-benar telah disetujui oleh bank. Karena tidak ada jaminan yang pasti bank akan menyetujui pengajuan Anda meskipun bank sudah melakukan kerjasama dengan developer. Oleh sebab itu pembayaran DP dapat dilakukan setelah ada persetujuan dari bank atas pengajuan yang Anda buat.

  1. Kewajiban Developer Ketika Wanprestasi

Banyaknya kemungkinan akan resiko yang terjadi selama proses pembangunan rumah, pembeli harus mempelajari dengan seksama kewajiban dari developer yang biasanya diatur didalam perjanjian jual beli. Sebelum menandatangani perjanjian dan serah terima rumah, pelajari dan baca dengan teliti perjanjian tersebut. Pastikan rumah yang Anda terima sesuai dengan perjanjian awal PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Dan pastikan kembali bahwa didalam perjanjian tersebut tercantum detail kewajiban developer dan denda yang dikenakan ketika developer melakukan wanprestasi.

  1. AJB Jika Rumah Sudah Jadi

Ketika rumah sudah jadi dan sudah sesuai dengan perjanjian, segera lakukan perubahan status PPJB menjadi AJB (Akta Jual Beli). Karena AJB merupakan bukti sah atas kepemilikan tanah dan bangunan. Jika Anda belum melakukan perubahan AJB, maka hak atas tanah dan bangunan tersebut masih milik developer.

AJB bisa dilakukan jika beberapa aspek telah dipenuhi, seperti:

  • Bangunan rumah telah selesai dan siap huni
  • Pembeli telah melakukan pembayaran secara lunas dari seluruh harga tanah dan bangunan, beserta seluruh pajak dan biaya lain yang berkaitan.
  • Permohonan HGB (Hak Guna Bangunan) sudah selesai diproses dan sertifikat HGB terdaftar atas nama penjual.
  1. Urus SHM

Setelah AJB selesai, pembeli akan mendapatkan SHGB (sertifikat Hak Guna Bangunan) dari pengembang. HGB tersebut memiliki jangka waktu tertentu untuk penggunaannya. Jika lewat dari jangka waktu yang telah ditentukan, maka rumah tersebut tidak akan Anda miliki secara sah. Oleh karena itu pembeli harus segera mengubah AJB menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik) secepatnya. Ada developer yang mengurus perubahan tersebut sampai selesai, ada juga developer yang mempersilahkan pembeli untuk mengurus sendiri sertifikat tersebut. Tanyakan kepada developer Anda siapa yang akan mengurus perubahan tersebut.

  1. Urus IMB

Untuk mendirikan sebuah bangunan diwajibkan untuk memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Karena IMB merupakan landasan sah ketika kita mendirikan bangunan. IMB berisi seluruh data bangunan, seperti peruntukan, jumlah lantai, luas bangunan, dan data detail lainnya. Data ini pula yang digunakan untuk menilai bangunan yang menjadi jaminan dari KPR bahwa bangunan tersebut dibangun sesuai dengan peraturan. Karenanya IMB harus segera Anda urus ketika rumah selesai dibangun.

  1. Jangan Melakukan Jual Beli Dibawah Tangan

Pembelian dibawah tangan berarti proses transaksi atas dasar kepercayaan dan hanya memiliki bukti kwitansi biasa. Jangan pernah melakukan proses transaksi ini, karena bank ataupun pihak lain tidak akan mangakui adanya transaksi ini. Jual beli dibawah tangan tidak memiliki kekuatan hukum sama sekali.

Panduan ini diberikan agar Anda terhindar dari penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau hal merugikan lainnya.  Penting untuk membeli rumah dengan developer terpercaya. Fasindo Property akan siap membantu Anda dengan sepenuh hati. Hubungi hotline kami di no +6224 355 7797 dan kunjungi website kami di http://fasindoproperti.co.id untuk informasi  hunian nyaman dan eksklusif lainnya.